POJOKSULSEL, MAKASSAR - Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali menjadi sorotan nasional setelah berhasil membawa pulang empat penghargaan sekaligus pada ajang Naker Inspirational Leadership Award 2025 yang digelar Kementerian Ketenagakerjaan di Balai Kartini, Jakarta, Senin (8/12/2025).

Penghargaan itu diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Sulsel, Jufri Rahman. Ia didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulsel, Jayadi Nas.

Pada ajang tahun ini, Sulsel menempati posisi Terbaik Pertama Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan Nasional untuk kategori provinsi besar, indikator yang menilai kualitas pembangunan tenaga kerja secara menyeluruh, mulai dari produktivitas hingga hubungan industrial.

Baca Juga: Pelunasan Haji Sulsel Baru 21 Persen, Ikbal Ismail Ingatkan Jemaah Haji Batas Akhir 23 Desember

Tak hanya itu, Sulsel juga meraih terbaik pertama nasional kategori hubungan industrial, menandai kemampuan provinsi menjaga relasi yang sehat antara pemerintah, dunia usaha, dan para pekerja.

Dua penghargaan lainnya, yaitu tiga terbaik produktivitas 35 pramakarya dan tiga terbaik pembina produktivitas, mengukuhkan posisi Sulsel sebagai salah satu daerah dengan ekosistem ketenagakerjaan yang tumbuh stabil.

Kawasan Industri Makassar (KIMA) juga mencetak prestasi dengan masuk dalam tiga besar bidang kepatuhan terhadap pengawasan 100, sebuah capaian yang menyoroti tata kelola industri yang patuh terhadap regulasi.

Baca Juga: Enam Dosen UMI Raih Guru Besar di Akhir 2025, Termasuk 2 Profesor Perempuan. Ini Nama-Namanya

Kepala Disnakertrans Sulsel, Jayadi Nas, menyebut empat penghargaan tersebut sebagai lompatan besar.

“Tahun lalu kami bawa pulang dua penghargaan. Tahun ini naik jadi empat. Ini bukan hal kecil,” ujarnya.

Jayadi menegaskan capaian tersebut tidak lahir dari satu pihak, melainkan kolektif banyak elemen, OPD, pekerja, serikat buruh, dunia usaha, hingga BPJS Ketenagakerjaan.

Ia menyoroti bahwa penghargaan tertinggi, yakni peringkat pertama Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan, adalah tanda bahwa Sulsel mampu menjaga keseimbangan pembangunan sektor ketenagakerjaan di tengah dinamika industri.

Baca Juga: Rektor Unhas Temui Mahasiswa Asal Sumatera, Prof JJ Beri Perhatian Khusus hingga Pembebasan UKT

“Kuncinya hubungan industrial yang terjaga. Pengusaha memahami kebutuhan pekerja, pekerja mengerti tantangan usaha. Kalau dua-duanya happy, pembangunan ikut stabil,” tegasnya.

Ia berharap torehan tersebut menjadi pemantik kerja lebih masif ke depan.

“Ini evaluasi dan apresiasi sekaligus. Harapannya, tahun depan kita bisa tampil lebih baik dan lebih produktif,” katanya. ***