POJOKSULSEL, MAKASSAR - Prof. Dr. H. Wajidi Sayadi, M.Ag., resmi menjabat sebagai Rektor Institut Agama Islam Negeri Pontianak (IAIN Pontianak) setelah dilantik Menteri Agama RI Prof. H. Nasaruddin Umar di Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Di balik jabatan barunya sebagai Rektor IAIN Pontianak, Prof. Wajidi Sayadi merupakan sosok akademisi yang memiliki perjalanan panjang dalam dunia pendidikan Islam, riset keagamaan, hingga aktivitas sosial kemasyarakatan.
Prof. Wajidi Sayadi lahir di Kampung Masigi, Bonde, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, pada 12 Maret 1968. Ia merupakan anak bungsu dari enam bersaudara pasangan M. Sayadi bin H. Saleh dan Juniara binti H. Atjo.
Sejak kecil, Wajidi Sayadi tumbuh dalam lingkungan pendidikan Islam yang kuat. Ia menempuh Pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah dan Tsanawiyah Perguruan Islam Campalagian Polman, 1982 dan 1985.
Madrasah Diniyah Awaliyah atau al-Madrasah al-`Arabiyah al-Islamiyah Yayasan Perguruan Islam Campalagian (1978-1982). Pondok Pesantren Salafiyah Campalagian Polman (1982-1990).
Baca Juga: Tim Riset UIN Alauddin Dorong Perlindungan Kawasan Adat Kaluppini Lewat Policy Brief
Wajidi juga menjadi santri di Pondok Pesantren Syekh Hasan al-Yamani Campalagian Polman (1982-1985).
Kemudian, melajutkan studi keislaman d- Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Polmas, 1988 (sekaran MAN 1 Polewali Mandar)
Dalam perjalanan pendidikannya, Wajidi banyak berguru kepada sejumlah ulama, seperti KH. Muhammad Zain, KH. Mahdi Buraerah, KH. Mahmud Ismail, KH. Muhammad Nur, KH. Abdul Latif Busrah.
Ia juga dibina oleh KH. Habib Saleh Hasan al-Mahdaliy, KH. Sayyid. Muhammad Said Hasan al-Mahdaliy, Kyai Ahmad Zain, Ustadzah HJ. Hadarah, Ustadzah Hudaedah, Ustadz Abdul Latif Abbana Yaman, dan M. Zubaer Rukkawali.
Para ulama itu banyak mengajarkan tentang tasawuf, filsafat, bahkan Tafsir Maudhu’i/Tematik sebelum ketemu dan dibimbing oleh Prof. Dr. M. Quraish Shihab, dan lainnya.
Baca Juga: Polda Sulsel Siapkan 125 Polisi Jadi Pelatih AI, Bawa Misi Besar Sasar Ribuan Pelajar
Setelah menyelesaikan pendidikan di tingkat pesantren, Wajidi Sayadi melanjutkan studi ke IAIN Alauddin Makassar Fakultas Ushuluddin Jurusan Tafsir Hadis dan berhasil menyelesaikannya pada 1996.
Ia juga mengikuti Pendidikan Kader Ulama Majelis Ulama Indonesia (MUI) tingkat daerah Sulawesi Selatan dan tingkat nasional di Jakarta.
Karier akademiknya berlanjut dengan menempuh pendidikan magister Program Studi Tafsir Hadis di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 1999.
Ia kemudian menyelesaikan pendidikan doktor di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta pada 2006.
Pada 2022, Prof. Wajidi dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Hadis IAIN Pontianak.
Saat ini ia juga mengemban tugas sebagai dosen Ilmu Tafsir dan Ilmu Hadis pada jenjang sarjana hingga pascasarjana IAIN Pontianak.
Memilih Pontianak dan Mengabdi Sejak 1999
Perjalanan Prof. Wajidi menuju Pontianak bermula pada 1999 ketika ia mendapatkan tiga peluang besar sekaligus, yakni melanjutkan studi doktoral di Jakarta, kesempatan bergabung dengan Atase Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh, Arab Saudi, serta lulus sebagai CPNS di STAIN Pontianak.
Atas masukan Prof. Dr. H. Baharuddin Lopa, SH., yang saat itu menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Wajidi memilih mengabdi di Pontianak sebagai dosen.
Sejak saat itu, ia terus berkiprah di lingkungan kampus. Selain menjadi dosen, ia pernah dipercaya sebagai Ketua Jurusan Dakwah STAIN Pontianak periode 2010-2014.
Baca Juga: UIN Sunan Kalijaga Gandeng KUA Kapanewon Kokap Latih Pemuka Lintas Iman Susun Ceramah Moderat
Di luar kampus, Prof. Wajidi aktif dalam berbagai organisasi keagamaan dan sosial. Ia pernah menjabat Ketua Komisi Fatwa MUI Provinsi Kalimantan Barat periode 2007-2018, Wakil Ketua Umum MUI Kalimantan Barat 2018-2023, Wakil Rais Syuriah PWNU Kalimantan Barat 2012-2022, hingga Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalimantan Barat 2012-2017.
Ia juga pernah dipercaya sebagai Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Kalimantan Barat, Dewan Pengawas Syariah Bank Kalbar Syariah, serta Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kalimantan Barat periode 2020-2025.
Aktif dalam Pengembangan Kajian Al-Qur'an dan Hadis
Kepakaran Prof. Wajidi dalam bidang tafsir dan hadis membuatnya dipercaya menjadi anggota tim pakar dan pembahas tafsir Al-Qur'an Kementerian Agama RI sejak 2007 hingga sekarang.
Ia turut terlibat dalam pembahasan tafsir Al-Qur'an, baik metode tahlili maupun maudhu’i (tematik), termasuk dalam revisi terjemahan Al-Qur'an Kementerian Agama tahun 2019.
Baca Juga: Tasming Hamid Apresiasi Edukasi Keuangan OJK untuk Perkuat Literasi Masyarakat Parepare
Selain aktivitas akademik, Prof. Wajidi juga aktif membina pengajian keagamaan di berbagai masjid di Pontianak.
Sejak 2007, ia rutin mengawal kajian hadis di Masjid Raya Mujahidin Pontianak menggunakan Kitab Dalil al-Falihin.
Ia juga membina kajian tafsir Al-Qur'an di Masjid Al-Jamaah Pontianak sejak 2010, serta berbagai kajian kitab keislaman lainnya di sejumlah masjid dan lembaga keagamaan.***




