POJOKSULSEL, MAKASSAR - 5 dari 20 dosen UIN Alauddin Makassar yang ditunjuk sebagai reviewer nasional Litapdimas periode 2025-2027, merupakan peneliti Fakultas Sains dan Teknologi (FST).

Tiga dari lima peneliti FST UIN Alauddin Makassar, adalah profesor, yaitu Prof Wasilah Sahabuddin, Prof Mashuri Masri, dan prof Hafsan.

Sementara dua lainnya adalah Doktor, yaitu Dr Astati selaku dosen Prodi Peternakan UIN Alauddin Makassar dan dan Dr Cut Muthiadin selaku dosen Prodi Biologi.

Baca Juga: Daftar Yuk! Kemenag Sulbar Cari 50 Calon Agen Perubahan Bangun Zona Integritas

1. Prof. Dr. Wasilah Sahabuddin, S.T., M.T. 

Prof Wasilah Sahabuddin merupakan guru besar Ilmu Studi Perencanaan Arsitektur UIN Alauddin Makassar.

Perempuan kelahiran Polewali Mandar itu, sekaligus sebagai profesor pertama di Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar.

Ia dikukuhkan sebagai guru besar UIN Alauddin Makassar pada 2 Maret 2020.

Baca Juga: Pemprov Sulbar Gandeng Unhan dan RS Unhas Kolaborasi Tingkatkan Mutu Layanan Kesehatan

Saat ini, Prof Wasilah Sahabuddin menjabat sebagai Ketua STAIN Majene untuk periode kedua.

Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Prodi Arsitektur UIN Alauddin Makassar dan Wakil Dekan FST UINAM.

Riwayat Pendidikan

Baca Juga: Peringatan HKN, Husniah Talenrang Ingatkan ASN Pemkab Gowa Tingkatkan Kedisiplinan dan Kinerja

D3 Teknik Arsitektur Universitas Hasanuddin (1994)

S1 Teknik Arsitektur Universitas Gadjah Mada (1998)

S2 Teknik Arsitektur Universitas Hasanuddin (2009)

S3 Teknik Arsitektur Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (2015)

2. Prof. Dr. Mashuri Masri, S.Si., M.Kes

Prof Mashuri Masri adalah Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Alauddin Makassar.

Baca Juga: Peringatan HKN, Husniah Talenrang Ingatkan ASN Pemkab Gowa Tingkatkan Kedisiplinan dan Kinerja

Prof Mashuri Masri meraih gelar jabatan guru besar pada tahun 2022. Saat itu Mashuri Masri masih berusia 41 tahun.

Pencapaian Mashuri Masri memang bikin bangga. Ia merupakan guru besar Biologi pertama di Fakultas Sains dan Teknologi (FST).

Ia juga tercatat sebagai guru besar kedua di FST UIN Alauddin Makassar, setelah Prof Wasilah dalam bidang Arsitektur.

Baca Juga: Pemkot Makassar Komitmen Kuatkan Program Makan Bergizi Gratis, Aliyah Mustika Ilham: MBG Hak Masyarakat

Ia dikukuhkan sebagai guru besar tetap UIN Alauddin pada bidang Mikrobiologi Umum pada 15 Mei 2023.

Riwayat Pendidikan

S3 Universitas Hasanuddin (2014)

Baca Juga: Sitti Sutinah Suhardi Tegaskan Visi-Misi Bupati dan Wakil Bupati Jadi Acuan Utama

S2 Universitas Hasanuddin (2008)

S1 Universitas Hasanuddin (2004)

 

3. Prof. Dr. Hafsan, S.Si., M.Pd.

Prof Hafsan juga adalah guru besar bidang Ilmu Biologi. Dirinya tercatat sebagai guru besar kedua dalam bidang Biologi setelah Prof Mashuri Masri.

Prof Hafsan menerima KMA Guru Besar pada tanggal 1 Mei 2023. Usia Hafsan saat menerima KMA Guru Besar juga masih 41 tahun.

Baca Juga: Senat Akademik Unhas Bahas Usulan Kenaikan Jabatan Akademik 86 Dosen, Ini Rincian Lengkapnya

Hafsan dikukuhkan sebagai guru besar tetap UIN Alauddin Makassar pada 28 Mei 2024.

Prof Hafsan saat ini tercatat sebagai guru besar termuda di UIN Alauddin Makassar.

Prof Hafsan menyelesaikan S1 di Universitas Negeri Makassar (UNM).

Baca Juga: Teknik Berjaya di Pilmapres Unhas 2025, Inilah Daftar Pemenang dari Pratama Hingga Paripurna

Kemudian menyelesaikan S2 di Universitas Negeri Malang.

Ia tercatat sebagai doktor ilmu-ilmu pertama Universitas Hasanuddin pada tahun 2018.

4. Dr. Astati, S.Pt., M.Si

Dr Astati adalah dosen Prodi Peternakan UIN Alauddin Makassar.

Baca Juga: Polairud Polda Sulsel Gerebek Sarang Bom Ikan di Kepulauan Selayar, Satu Orang Diamankan

Sebagai seorang dosen peneliti, Dr Astati konsen pada bidang keilmuan Sosial Ekonomi Peternakan.

Astati adalah sarjana Sosial Ekonomi Peternakan (S.Pt.), Magsiter Ekonomi Sumberdaya (M.Si.).

Ia tercatat sebagai doktor dalam bidang Studi Kelayakan Peternakan.

5. Dr. Cut Muthiadin, S.Si., M.Si

Dr Cut Muthiadin adalah Ketua Lembaga Pemeriksa Halal UIN Alauddin Makassar.

Baca Juga: Peduli Sesama, DWP Sulsel Peringati Hari Kartini dengan Donor Darah dan Halal Bihalal

Ia merupakan dosen Prodi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi.

Dilansir laman SDM UIN Alauddin Makassar, perempuan asal Kabupaten Barru itu menyelesaikan studi S1 hingga doktor di Unhas.

Sementara SD hingga SMA di SD Centre Bottoe (1994), SLTP Negeri 1 Tanete Rilau (1997), dan SMU Negeri 1 Barru (2002).

Cut Muthiadin adalah dosen PNS UIN Alauddin Makassar, sebagai calon profesor. Saat ini sudah Lektor Kepala.

Baca Juga: Sitti Sutinah Suhardi Beri Peringatan Keras PPPK di Mamuju, Pelanggaran Ini Terancam Sanksi Tegas

Ia mengampu mata kuliah seperti biologi sel, genetika, ekologi, dan imunologi.

***