POJOKSULSEL, MAKASSAR - Universitas Islam Negeri Alauddin (UIN Alauddin) Makassar, kembali mengukuhkan empat dosen sebagai guru besar, Selasa (14/10/2025).
Pengukuhan empat guru besar UIN Alauddin Makassar lintas kepakaran berlangsung di Auditorium Kampus II, Jalan HM Yasin Limpo, Kabupaten Gowa.
Berikut profil empat dosen UIN Alauddin Makassar yang dikukuhkan sebagai guru besar:
Baca Juga: Dewas Perumda Parkir Makassar Muharram Madjid: Jabatan Hanya Daki, Utama Ini...
Prof. Dr. Muljono Damopolli, M.Ag
Prof Muljono Damopolli adalah profesor dalam bidang Pemikiran Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.
Ia menyampaikan pidato berjudul Mengulik Sebutan Gelar: Dari Pesantren hingga Ruang Publik
Prof Mulda, sapaan akrabnya, lahir di Motoboi Kecil, Kotamobagu pada 10 November
1964.
Ia menempuh jenjang pendidikan dasar di SD Negeri Motoboi Kecil, Kotamobagu, Kemudian melanjutkan pendidikan ke MTs Pondok Karya Pembangunan Manado. Ia tercatat sebagai santri angkatan pertama di pesantren tersebut.
Baca Juga: Gubernur Sulsel Paparkan Capaian Sulawesi Selatan pada Pembukaan Gerakan Pangan Murah
Prof Mulda kembali menamatkan pendidikan menengah atas di Madrasah Aliyah Pondok Karya Pembangunan Manado tahun 1984.
Ia menamatkan Pendidikan Sarjana Muda (B.A.) Fakultas Tarbiyah IAIN Alauddin
Makassar tahun 1987. Ia tercatat sebagai mahasiswa pemegang status lulus terbaik terbaik terbanyak.
Prof Mulda menyelesaikan sarjana lengkap dengan gelar doktorandus (Drs) di Fakultas Tarbiyah IAIN Alauddin Makassar. Dirinya pun kembali tercatat sebagai wisudawan terbaik tahun 1990.
Gelar magister agama (MAg) didapatkan pada tahun 1999 di Program Pascasarjana IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Begitu juga dengan gelar doktor ia selesaikan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2006.
Prof. Dr. Nurhidayat Muhammad Said, M.Ag
Prof Nurhidayat Muhammad Said adalah profesor dalam bidang Ilmu Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Prof Hidayat, sapaan akrabnya lahir di Barowa, Kabupaten Luwu pada 15 April 1971.
Ia menyampaikan pidato berjudul Artificial Intelligence: Peluang dan Tantangan Dakwah di Era Digital.
Prof Hidayat lahir di Barowa Kabupaten Luwu pada 15 April 1971. Menempuh pendidikan di SDN 66 Dangkang, Madrasah Tsanawiyah Bua, dan SMEA Negeri Palopo.
Prof Hidayat lalu melanjutkan pendidikan IAIN Alauddin pada jurusan Penerangan dan Penyiaran Islam dan selesai tahun 1994.
Lalu melanjutkan pendidikan magister di PPs IAIN Alauddin prodi Dirasah Islamiyah.
Prof Hidayat menyelesaikan doktoral di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada bidang studi Dakwah dan Komunikasi tahun 2009.
Prof. Dr. Syamzan Syukur, M.Ag
Prof Syamzan Sykurur adalah profesor dalam bidang Historiografi Islam Fakultas Adab dan Humaniora. Prof Syamzan lahir di Luwu pada 1 April 1973.
Ia menyampaikan pidato pengukuhan berjudul Transformasi Kultural: La Galigo dan Jejak Islamisasi dalam Historiografi Sulawesi Selatan.
Baca Juga: Universitas Hasanuddin dan Politeknik Negeri Balikpapan Teken Kerja Sama, Fokus Tiga Program Doktor
Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Kabupaten Luwu, yaitu MIS Bajo (1985), MTS Bajo (1988), PGAN Palopo (1991).
Ia merupakan sarjana Sejarah Kebudayaan
Islam di IAIN Ujung Pandang (1995), magister SPI dan Hadis IAIN Makassar
(1999) dan doktor Pengkajian Islam / Sejarah Peradaban Islam UIN Syarif Hidayatullah (2008).
Prof. Dr. H. La Ode Ismail Ahmad, S.Ag., M.Th.I
Prof La Ode Ismail Ahmad adalah profesor dalam bidang Sosiologi Hadis Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Ia lahir di Raha pada 13 Maret 1978.
Prof La Ode Ismail menyampaikan pidato guru besar berjudul Pengarusutamaan Tata Krama Sosial dalam Membangun Kampus Peradaban Perfektif Hadis.
Jenjang pendidikan Prof La Ode Ismail, yaitu:
SDN 1 Duruka, Kabupaten Muna (1990) MTsN Raha (1993), MAN-PK Makassar (1996).
Kemudian, sarjana Tafsir Hadis IAIN Alauddin Ujung Pandang (2000), magister Dirasah Tafsir Hadis IAIN Alauddin Ujung Pandang (2003) dan doktor Tafsir Hadis (2009)
***




