POJOKSULSEL, MAKASSAR - Prof Dr Yusriani, SKM, M.Kes, dikukuhkan sebagai Profesor dalam bidang Ilmu Komunikasi, Promosi dan Pendidikan Kesehatan pada Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (FKM UMI) Makassar di Auditorium Al Jibra, Kampus UMI, Jalan Urip Sumoharjo, Selasa (23/1/2024).

Prof Yusriani meraih gelar akademik tertinggi sebagai guru besar pada usia 40 tahun. Sebuah prestasi yang sangat membanggakan karena ia merupakan guru besar kedua FKM UMI. 

Prof Yusriani merupakan alumni pertama kesehatan masyarakat yang meraih gelar profesor.  Ia juga menjadi alumni Kesmas FKM UMI pertama yang  menjadi dosen di almamaternya.

Prof Yusriani menyampaikan pidato pengukuhan profesor berjudul "Akselerasi Penurunan Angka Kematian ibu Melalui Integrasi Media Komunikasi Kesehatan dalam Strategi Promosi Kesehatan berhasil Local Wisdom"

Baca Juga: Anggota DPRD Makassar Nunung Dasniar Soroti Kenaikan Retribusi Sampah di Makassar

Prof Yusriani menjelaskan, tema pidato guru besar ini merupakan bagian dari hasil temuan penelitian saya yang berfokus pada upaya menurunkan angka kematian ibu, terutama dalam meningkatkan imunitas ibu hamil. 

Kematian maternal dipengaruhi berbagai masalah lingkungan, sosial budaya, perilaku, dan genetika terutama daya tahan tubuh dalam menghadapi virus, bakteri, kuman patogen dan lain-lain. 

"Budaya Masyarakat di Sulawesi Selatan berpengaruh terhadap perilaku kesehatan reproduksi baik secara positif maupun negatif," kata Prof Yusriani.

Ia menjelaskan, konsep promosi kesehatan yang di implementasikan oleh pemerintah Indonesia dalam menekan Angka Kematian Ibu (AKI) cukup banyak. Namun belum membuahkan hasil yang maksimal, disebabkan karena belum ada intervensi berbasis masyarakat yang dilakukan secara optimal dan langsung menyentuh aspek local wisdom masyarakat.

Baca Juga: Terkendala Penerbangan ke Makassar, Tiga Pemain Asing PSM Makassar Belum Gabung Latihan

Karena itu, upaya inovatif yang bertujuan menghasilkan teknologi media promosi kesehatan berbasis local wisdom sangat diperlukan. 

Informasi tentang aspek kesehatan ibu hamil akan dikemas lebih menarik dan mudah diakses. 

"Studi pemberdayaan masyarakat telah dilakukan dan menunjukkan bahwa masyarakat sangat berpotensi untuk memberikan penguatan kebiasaan ibu dalam berperilaku sehat," ujarnya.

 

Prof Yuriani mengatakan, konsep teknologi media promosi kesehatan yaitu konsep teknologi yang memperhatikan prinsip teknologi ramah lingkungan, teknologi efisien dan efektif, teknologi minim dampak negatif atau efek samping, senantiasa perlu terus menerus dikembangkan melalui suatu rangkaian proses penelitian. 

Tekhnologi media promosi kesehatan dalam pelaksanaan komunikasi dan informasi kesehatan adalah sesuatu yang urgen dalam kehidupan, termasuk dalam tugas mengemban amanah sebagai penyuluh kesehatan, menyampaikan pesan kebaikan serta menyebarluaskan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi (IPTEK). 

"Bagaimana prinsip berkomunikasi menurut Islam perlu diterapkan dalam kehidupan dan berinteraksi sesama manusia, atau sebaliknya bagaimana sistem informasi dan komunikasi tidak melanggar prinsip syariat Islam," ungkapnya. ***