POJOKSULSEL, MAKASSAR - Kegiatan Character Building Training (CBT) Angkatan II Ma’had Al-Jami’ah UIN Alauddin Makassar resmi dibuka pada Jumat (17/4/2026)

CBT angkatan II yang berlangsung di Gedung Ma’had Al-Jami’ah dibuka langsung oleh Direktur Ma’had Al-Jami’ah UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Syahruddin Usman.

Dalam sambutannya, Prof. Syahruddin Usman menegaskan bahwa CBT merupakan salah satu program wajib yang menjadi penentu penyelesaian studi di UIN Alauddin Makassar.

Selain CBT, mahasiswa juga diwajibkan mengikuti Program Intensif Bahasa Asing (PIBA) serta menghafal Juz 30 sebagai bagian dari standar kelulusan yang telah ditetapkan institusi.

Prof. Syahruddin Usman menekankan bahwa keikutsertaan dalam CBT bukan sekadar formalitas, melainkan harus dibuktikan dengan kepemilikan sertifikat resmi.

Baca Juga: Ikbal Ismail Beber Layanan Baru pada One Stop Service di Asrama Haji Makassar 2026

Sertifikat tersebut menjadi indikator bahwa mahasiswa telah mengikuti proses pembinaan karakter secara utuh dan terstruktur.

Lebih lanjut, ia mengingatkan para peserta agar tidak hanya mengikuti kegiatan inti, tetapi juga aktif dalam program mentoring yang berlangsung selama 40 hari.

Menurutnya, proses mentoring ini merupakan bagian penting dalam internalisasi nilai-nilai yang telah diberikan selama pelatihan.

“Jangan lewatkan mentoring selama 40 hari, karena di situlah proses pembentukan karakter benar-benar diuji dan dibentuk,” tegas Prof. Syahruddin Usman.

Kegiatan CBT ini dirancang sebagai sarana strategis dalam membangun karakter mahasiswa yang islami, disiplin, dan bertanggung jawab.

Baca Juga: Munafri Arifuddin Minta Orado Sulsel Berprestasi, Firman Zulkadri Beri Respons Begini

Melalui pendekatan pembinaan yang sistematis, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan akademik maupun sosial.

Dengan terselenggaranya CBT Angkatan II ini, Ma’had Al-Jami’ah UIN Alauddin Makassar terus menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki fondasi moral dan spiritual yang kuat.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang pembinaan kolektif yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai latar belakang untuk saling belajar, berinteraksi, dan memperkuat nilai kebersamaan.

Dinamika tersebut dinilai penting dalam membentuk kepekaan sosial serta sikap toleransi di tengah keberagaman.

Ke depan, program CBT diharapkan semakin adaptif terhadap tantangan zaman, dengan tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman sebagai fondasi utama.

Dengan demikian, lulusan UIN Alauddin Makassar tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga matang dalam karakter dan kontribusi sosial di tengah masyarakat. ***