POJOKSULSEL, BARRU - Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar Prof Muhaemin Latif menyampaikan harapan besar agar mahasiswa KKN tidak sekadar menjalankan program kerja, tetapi juga menjadi teladan di tengah masyarakat.
Hal itu disampaikan Prof Muhaemin kepada mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 76 di Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru.
Prof Muhaemin didampingi Badan Pembina KKN UIN Alauddin Makassar Adriana, DP H. Salman Ahmad, Selretaris Kecamatan Balusu, Adriani, serta Kepala KUA Kecamatan Balusu, H. Muhajirin.
Baca Juga: Pariwisata Berkelanjutan Jadi Atensi di Forum SKPD, Muhammad Roem Beber Dampak Ekonomi
Sebanyak 58 mahasiswa KKN dari enam posko yang tersebar di lima desa dan satu kelurahan menjadi bagian dari upaya pengabdian UIN Alauddin di wilayah ini.
Dalam sambutannya, Prof Muhaemin menegaskan bahwa mahasiswa UIN Alauddin memiliki keunggulan dibanding lulusan universitas lain.
"Mahasiswa UIN, selain memiliki kemampuan manajemen dan berbagai keterampilan lainnya, juga diharapkan mampu mengisi ruang-ruang strategis, seperti masjid. Ini adalah salah satu keunggulan mahasiswa UIN yang tidak dimiliki banyak perguruan tinggi lain," tegasnya.
Baca Juga: Daya Tampung Program Studi Unsulbar Untuk Jalur SNBP dan SNBT 2025
Guru Besar Pemikiran Islam ini menegaskan Mahasiswa lebih dari sekadar menjalankan tugas KKN, mahasiswa diminta menjadi duta kampus yang membawa citra baik UIN Alauddin Makassar di tengah masyarakat.
"Mahasiswa UIN seyogyanya menjadi contoh dalam berinteraksi dengan masyarakat, terutama dalam membangun hubungan dengan masjid sebagai pusat peradaban Islam," tambahnya.
Menyoroti esensi KKN, Prof Muhaemin menekankan bahwa program ini bukan sekadar formalitas akademik, tetapi merupakan sekolah kehidupan yang mempertemukan mahasiswa dengan realitas sosial.
Baca Juga: Hadiri Konferensi PGRI Maros, Bupati Chaidir Harap Mutu Pendidikan di Maros Meningkat
"Di lokasi KKN, kalian akan belajar banyak hal yang tidak selalu diajarkan di ruang kuliah. Ini adalah laboratorium sosial tempat kalian mengasah keterampilan komunikasi, kepemimpinan, dan empati terhadap masyarakat," ujarnya.
Sebagai mantan Ketua International Office (IO) UIN Alauddin, Prof Muhaemin juga menegaskan pentingnya membangun relasi yang berkelanjutan antara UIN Alauddin dan Kecamatan Balusu.
"Hubungan baik antara UIN dan Kecamatan Balusu jangan berhenti di sini. Kampus kita telah meraih predikat Unggul, dan dalam waktu dekat akan tercatat dalam World University Ranking. Ini menjadi modal besar untuk memperluas jejaring dan pengabdian kepada masyarakat, termasuk di Balusu ini,"*jelasnya.
Lebih lanjut, Putra daerah Barru ini mengungkapkan rasa terima kasih kepada pihak Kecamatan Balusu atas penerimaan yang luar biasa terhadap mahasiswa KKN UIN Alauddin.
Ia mengingatkan bahwa tantangan terbesar bagi mahasiswa bukan hanya menyelesaikan studi, tetapi juga bagaimana mereka mampu membawa manfaat bagi masyarakat.
"Ujian sesungguhnya bukan hanya di ruang kelas, tetapi bagaimana kalian bisa berbaur dengan tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, dan warga setempat. Itulah modal utama membangun hubungan jangka panjang dengan masyarakat," tuturnya.
Baca Juga: MK Tolak Gugatan Danny Pomanto, Andalan Hati Segera Dilantik sebagai Gubernur dan Wagub Sulsel
Menutup sambutannya, Prof. Muhaemin kembali menegaskan bahwa setiap tindakan mahasiswa KKN akan menjadi warisan (legacy) UIN Alauddin di Balusu.
"Kalian adalah UIN Ambassador. Apa yang kalian lakukan selama KKN akan menjadi cerminan dan citra UIN Alauddin di masyarakat. Manfaatkan kesempatan ini untuk meninggalkan jejak kebaikan di Balusu," pungkasnya.
***




