POJOKSULSEL, MAKASSAR - Politeknik Bosowa terus mendorong pengembangan ekonomi sirkular di Sulawesi Selatan.

Ketua tim penelitian terapan luaran prototype Politeknik Bosowa, Dr. Ir. Isminarti, bersama tim, melakukan kunjungan kerja ke Olymplast, pabrik pengolahan limbah plastik di Makassar, Senin (22/9/2025).

Kunjungan Tim Politeknik Bosowa melibatkan kolaborasi akademisi dari beberapa kampus di Indonesia, termasuk Politeknik Engineering Indorama, Universitas Halu Oleo, dan Universitas Muhammadiyah Gorontalo.

Baca Juga: 3 Peristiwa Bersejarah Jemaah Umrah Travel Ananda di Arab Saudi, 23 September 2025

Agenda utama adalah mediasi antara TPS3R Kelurahan Barrang Lompo, sebagai pemasok sampah plastik hasil pemilahan, dengan pihak industri pengolah limbah, sehingga limbah plastik memiliki nilai tambah yang lebih luas.

Selama ini, sampah gelas plastik dari Barrang Lompo dipilah dan sebagian dikirim ke bank sampah. Sebagian lain diolah menggunakan mesin extruder untuk dijadikan bahan baku pembuatan balok. Melalui kerja sama ini, rantai pemanfaatan limbah plastik diharapkan bisa diperluas hingga ke skala industri.

Muh. Reza Syam selaku HR Supervisor PT Graha Bintang Sumaindo yang menaungi Olymplast, menjelaskan, perusahaan yang berdiri sejak 2022 ini fokus mengolah limbah plastik menjadi biji plastik.

Baca Juga: MAN 1 Soppeng Cetak 20 Tim Peneliti Muda Lolos Verifikasi LPB Sulsel 2025

Biji plastik selanjutnya diproduksi menjadi perabot rumah tangga seperti kursi, meja, dan lemari yang dipasarkan di Makassar dan kawasan Indonesia Timur.

Sementara itu, Muh. Agus Salim J selaku Quality Control Olymplast, menegaskan pentingnya standar mutu.

"Plastik dari supplier harus diuji kualitasnya terlebih dahulu. Untuk Barrang Lompo, sebelum pengiriman dalam jumlah besar, sampel dikirim lebih dulu ke laboratorium pabrik," jelasnya.

Baca Juga: Polsek Biringkanaya Bubarkan Judi Sabung Ayam, Amankan 3 Orang dan Sita 12 Ayam Aduan

Dalam kesempatan itu, Lurah Barrang Lompo, Kurniati, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Politeknik Bosowa dan mitra penelitian.

"Melalui kerja sama dengan industri, masyarakat Barrang Lompo dapat meningkatkan perekonomian sekaligus berkontribusi dalam pengelolaan lingkungan melalui pemanfaatan limbah plastik," ujarnya.

Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk membangun sinergi akademisi, pemerintah, komunitas, dan industri, menghadirkan solusi berkelanjutan bagi masalah limbah plastik sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. ***