POJOKSULSEL, PANGKEP - Momen dies natalis ke-37 Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep) ditandai dengan langkah penting  Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia

Polipangkep resmi menjalin kerja sama dengan ITB Nobel Indonesia melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU), Kamis (11/9/2025).

Kesepakatan ini ditegaskan langsung oleh Rektor Polipangkep, Prof. Dr. Mauli Kasmi, S.Pi., M.Si., bersama Wakil Rektor II ITB Nobel Indonesia Bidang Internationalization, Innovation, and Partnership, Dr. H. Muhammad Hidayat, S.E., M.M.

Baca Juga: Sulsel Raih Penghargaan Daerah Peduli Ketahanan Pangan di Ajang Nasional

Menurut Muhammad Hidayat, kolaborasi ini tak akan berhenti di atas kertas. Usai MoU, pihaknya langsung menindaklanjuti dengan Memorandum of Agreement (MoA) bersama Program Studi Akuntansi dan LP3M ITB Nobel Indonesia.

"Langkah strategis ini menjadi contoh bagaimana MoU bisa segera ditindaklanjuti, sehingga melahirkan program nyata. Target kami ada joint research, program magang industri, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri," ujar Muhammad Hidayat.

Ia menekankan, kerja sama ini diharapkan membawa dampak langsung, tidak hanya bagi institusi, tetapi juga bagi dosen, mahasiswa, dan masyarakat luas.

Baca Juga: Unhas Bekali 60 Mahasiswa Penerima Beasiswa SDM Sawit 2025

Sementara itu, Prof. Mauli Kasmi menegaskan bahwa Politani Pangkep sangat mendukung kerja sama tersebut.

Ia menyebut kolaborasi dengan ITB Nobel Indonesia merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menyiapkan lulusan yang lebih kompetitif di level global.

"Kerja sama ini akan mendorong terciptanya inovasi, memperkuat penelitian terapan, dan menghubungkan dunia akademik dengan dunia industri. Dampaknya bukan hanya untuk kampus, tetapi juga pada pembangunan ekonomi regional dan nasional," jelasnya.

Baca Juga: Gubernur Suhardi Duka Sentil Kepala Desa: Kades Harus Jadi Inspirasi, Bukan Konten Pamer Kemewahan

Penandatanganan MoU dan MoA tersebut disaksikan sejumlah pimpinan fakultas ITB Nobel Indonesia, termasuk Dr. Abdullah (Dekan Fakultas Teknologi Industri), Dr. Ir. Agunawan (Dekan I Fakultas Teknologi Industri), serta Dr. Yuswari Nur (Wakil Dekan II Fakultas Ekonomi dan Bisnis).

Kedua kampus berkomitmen segera menyusun roadmap implementasi agar program kerja sama bisa berjalan dalam waktu dekat.

Mereka optimistis kemitraan ini bakal menjadi tonggak penting dalam pengembangan pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan zaman. ***