POJOKSULSEL, MAKASSAR - Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) menyebar 18.792 personel untuk pengamanan Pilkada Serentak 2024 pada Rabu (27/11/2024) besok.
Kapolda Sulsel Irjen Pol Yudhiawan Wibisono mengatakan, total personel tersebut merupakan gabungan anggota Polda Sulsel dan Polres sejajaran di wilayah hukum Polda Sulsel.
Irjen Yudhiawan Wibisono mengatakan, sebanyak 9.441 personel akan melakukan pengamanan pada seluruh tempat pemungutan suara (TPS), dengan rincian 1.120 personel Polda Sulsel dan 8.321 personel Polres sejajaran.
Baca Juga: Selamat Jalan Ketua FKUB Sulsel Prof Wahyuddin Naro. Innalillahi
Sementara itu, kata Yudhiawan Wibisono, Polda Sulsel menugaskan 9.351 personel untuk menjaga 14.548 TPS di seluruh Sulawesi Selatan.
Selain itu, Polda Sulsel juga akan melibatkan 12.465 personel pada Operasi Mantap Praja 2024. Masing-masing 344 personel Polda Sulsel dan 9.021 personel Polres sejajaran.
Yudhiawan Wibisono mengatakan, anggota Polri yang bertugas pengamanan Pilkada Serentak 2024, sudah dibekali segala perlengkapan, termasuk uang saku anggaran dari pemerintah.
Baca Juga: Innalillahi! Guru Besar UIN Alauddin Makassar Prof Wahyuddin Naro Meninggal Dunia
'Karena situasi kondisi geografis yang sebagian di pelosok, mereka akan berangkat sejak hari Senin dan nanti akan ada yang menyusul tergantung situasi dan kondisi di lapangan," katanya.
Ia mengatakan, anggota Polri yang bertugas pengamanan Pilkada telah diminta untuk kenal medan tugas.
Termasuk sudah mengetahui petugas KPPS, lokasi TPS, ketua RT, hingga Bhabinkamtibmas dan Kapolsek lokasi mereka bertugas.
Baca Juga: Ini Jadwal Lengkap Pertandingan Timnas Indonesia di ASEAN Mitsubishi Electric Cup 2024
"Mereka harus kenal semua, karena kalau terjadi sesuatu di lapangan itulah yang harus mereka hubungi. Mengingat mereka mungkin belum pernah pergi ke daerah tersebut," katanya.
Selain itu Yudhiawan Wibisono berharap para personel ini bersilaturahmi dengan tokoh di wilayah penugasan.
"Saya berharap 30 menit sebelum pencoblosan, anggota sudah harus berada di tkp, untuk mengecek semuanya. Supaya tidak ada protes dan sebagainya," ungkapnya.
"Mereka harus menunggu sampai dengan penghitungan suara berakhir baru boleh meninggalkan TPS, jangan sampai saat penghitungan terjadi kericuhan," tegasnya.
***




