POJOKSULSEL, MAKASSAR - Distribusi pupuk bersubsidi di Regional 4 PT Pupuk Indonesia (Persero) melonjak di awal tahun 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Regional CEO 4 PT Pupuk Indonesia, Wisnu Ramadhani, mengatakan, distribusi pupuk bersubsidi hingga April sudah mencapai Rp350 ribu ton dari alokasi 1.69 juta ton.
Wisnu Ramadhani mengatakan, progres realisasi pupuk bersubsidi di Regional 4 mencapai 21 persen. Pupuk Indonesia pasang target realisasi 85 persen di tahun 2026.
Ia juga menyoroti peningkatan realisasi distribusi pupuk bersubsidi di wilayah timur Indonesia yang terus mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir.
Wisnu Ramadhani mengatakan, penurunan harga pupuk 20 persen di akhir tahun 2025 menjadi pemicu meningkatnya daya beli petani.
Baca Juga: Tablet HONOR Pad X8b di Indonesia Dibanderol Mulai Rp2,9 Juta, Ini Spesifikasinya
Selain itu, faktor iklim turut memengaruhi melonjaknya daya beli petani di awal tahun 2026. Kemarau panjang yang diprediksi terjadi pada awal bulan Mei, membuat petani lebih awal melakukan musim tanam.
"Berdasarkan prediksi BMKG bahwa musim hujan di wilayah Indonesia Timur khususnya lebih banyak di semester 1," Wisnu Ramadhani di acara Media Gathering Regional 4 PT Pupuk Indonesia (Persero) di Makassar, Rabu (22/4/2026).
Ia mengatakan, ada enam jenis pupuk bersubsidi, dua di antaranya paling banyak terjual yaitu Urea dan NPK. Penyaluan di Sulsel melonjak 43 persen pada periode Januari hingga 20 April 2026.
Wisnu Ramadhani memastikan ketahanan stok pupuk bersubsidi di Regional 4 bisa yaitu 4 hingga 5 pekan. Sehingga, masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan stok.
"Savety stok hingga 4 minggu hingga 5 minggu ke depan. Artinya kebutuhan pupuk petani sudah kami sediakan 4-5 minggu ke depan di Indonesia Timur aman," katanya.
Baca Juga: Mubes IKA Unhas 2026, Munafri Arifuddin Siap Sambut Delegasi Alumni di Makassar
Pada kesempatan yang sama, Wisnu Ramahani juga menyampaikan sebaran stok pupuk bersubsidi pada Regional 4A yang meliputi empat provinsi, yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah.
Provinsi Sulawesi Selatan menjadi pusat stok utama distribusi pupuk bersubsidi dengan alokasi 76.772 ton. Disusul Sulawesi Tengah 18.823 ton, Sulawesi Barat 7.228 ton, dan Sulawesi Tenggara 5.984 ton.
***




