POJOKSULSEL, MAKASSAR - Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi (Sulsel) Zudan Arif Fakrulloh mengajak masyarakat untuk mengedepankan dialog dan mengurangi demo.
"Kami mengajak, mengimbau kepada kelompok masyarakat untuk bersama-sama, lebih mengedepankan dialog, Kalau bisa demo itu dikurangi," kata Zudan Arif Fakrulloh di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (9/12/2024).
Ajakan Zudan Arif Fakrulloh untuk mengedepankan dialog dan mengurangi demo, sebagai respon tinggi angka permohonan demo di Kota Makassar.
Baca Juga: PWNU Sulsel dan 24 PCNU Kompak Tolak MLB NU, Begini Penegasan KH Hamzah Harun
Prof Zudan mengatakan, ajakan budaya dialog dan mengurangi demo dibahas bersama Forkopimda, untuk menyambut Hari HAM Internasional.
Ia mengatakan, ada sekitar 800 surat pemberitahuan demo yang tercatat di Polrestabes Makassar dan Pemprov Sulsel, periode Januari - November 2024.
Ia mengatakan, ratusan surat pemberitahuan demo itu, ada yang terealisasi dan ada yang tidak sampai unjuk rasa.
Baca Juga: Jusuf Kalla Calon Tunggal Ketua Umum Palang Merah Indonesia, Kembali Diminta Pimpin PMI
Kalau melihat dari catatan yang berdemo di Polwiltabes dan Pemprov, itu kurang lebih dari Januari sampai November, sekitar 800 permohonan demo. Ada yang permohonannya sampai demo dan tidak," ungkapnya.
Menurut Prof Zudan, demo bisa ingin memperjuangkan HAM. Tapi di sisi lain mengganggu kelompok lain, yang misalnya sedang melintas di jalan raya.
"Jadi kita mengajak, mari kita kembangkan budaya dialog," katanya.
Baca Juga: Siapa Firdaus Hamid? Diperkenalkan Ketua Senat Akademik Unhas sebagai Profesor Baru
Pada kesempatan yang sama, Prof Zudan juga merespons momentum Hari Antikorupsi Sedunia.
"Kita mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita Indonesia, bisa bebas korupsi dan kita sama-sama menghargai HAM," ujarnya.
***




