POJOKSULSEL, MAKASSAR - Jemaah haji Sulawesi Selatan (jemaah haji Sulsel) yang sudah melakukan pelunasan baru mencapai 2.060 atau 21.30 persen per tanggal 8 Desember 2025. Sementara itu, total kuota haji Sulsel tahun sebanyak 9.670 orang.

Kepala Kanwil Kemenhaj Sulsel H. Ikbal Ismail, mengingatkan bahwa batas pelunasan tahap I berakhir pada 23 Desember 2025. Itu disampaikan mengingat masih minimnya jemaah haji Sulsel yang melakukan pelunasan dari total kuota haji Sulsel.

Ikbal Ismail mengingatkan kepada jemaah haji Sulsel yang masuk kuota haji Sulsel tahun 2026 tetapi tidak melakukan pelunasan hingga batas akhir, akan masuk dalam dalam datfar tunggu tahun berikutnya.

Baca Juga: Enam Dosen UMI Raih Guru Besar di Akhir 2025, Termasuk 2 Profesor Perempuan. Ini Nama-Namanya

"Yang tidak melunasi sampai batas tanggal 23 Desember 2025, otomatis akan diberangkatkan di tahun berikutnya," kata Ikbal Ismail dalam keterangan tertulis.

Karena itu, Ikbal Ismail berharap agar jemaah haji Sulsel yang masuk kuota 2026, supaya bisa memanfaatkan dan memaksimalkan kesempatan tersebut.

Tidak hanya itu, jemaah haji Sulsel yang masuk kuota 2026 supaya segera melakukan pemeriksaan kesehatan. Sementara, yang sudah istita'ah, segera melaksanakan pelunasan di Bank Setoran Haji setempat.

Baca Juga: Rektor Unhas Temui Mahasiswa Asal Sumatera, Prof JJ Beri Perhatian Khusus hingga Pembebasan UKT

Berdasarkan data per tanggal 8 Desember 2025, jemaah haji Sulsel yang dinyatakan istita'ah sudah di angkat 3.639 atau 37,6 persen.

Ikbal Ismail berharap, seluruh Kuota Haji Sulsel tahun ini bisa terpenuhi sampai batas waktu yang telah ditentukan, selanjutnya kita akan fokus kepada manasik haji.

Sebelumnya, Kepala Kanwil Kemenhaj Sulsel, Ikbal Ismail, mengatakan, telah memberikan atensi kepada empat daerah tertinggi penerima kuota haji Sulsel tahun 2026, yaitu Wajo, Bone, Gowa, dan Soppeng.

Baca Juga: Dua Guru Madrasah Sulsel Raih Juara Nasional GTK Kemenag 2025, Irna Kamayanti Juga Diganjar Penghargaan

"Bone, Gowa, Wajo, Soppeng, betul kami fokus juga di situ, karena kewalahan juga mereka dengan pelimpahan kuota yang banyak. Jadi kami fokus ada pendampingan khusus ke mereka itu," katanya.

Ia mengatakan, pendampingan khusus yang dilakukan berupa pemantauan perkembangan pelunasan biaya haji setiap hari. "Pak Kankemenhaj harus melaporkan terus setiap hari perkembangan," katanya.

***