POJOKSULSEL, MAKASSAR - Ajang Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Agama Tahun 2025 atau GTK Kemenag kembali menjadi panggung prestasi bagi para pendidik madrasah dari Sulawesi Selatan (Sulsel).
Dalam puncak acara Anugerah GTK Kemenag yang digelar di Jakarta, Sabtu (6/12/2025), tiga guru asal Sulsel berhasil menorehkan capaian membanggakan pada tingkat nasional.
Yulia Wahyuni, guru MAN 2 Kota Parepare, meraih Juara II kategori Guru Inovatif di ajang Anugerah GTK Kemenag berkat terobosan pembelajaran yang dinilai kreatif, relevan, dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas belajar siswa.
Sementara itu, Ayu Mutmainnah Halim dari MAN Insan Cendekia Gowa sukses membawa pulang Juara III kategori Guru Inspiratif.
Baca Juga: UMKM Wajib Identifikasi Bisnis Sejak Awal Agar Usaha Bertahan dan Produk Laris di Pasaran
Selain itu, penghargaan khusus juga diberikan kepada Irna Kamayanti, guru yang mengabdikan diri di wilayah terpencil Seko, Luwu Utara. Dedikasinya mengajar lintas agama dan keberpihakan pada pendidikan inklusif dinilai sebagai representasi kuat nilai toleransi dan pengabdian sosial.
Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sulsel, H. Wahyuddin Hakim, menyampaikan apresiasi terhadap capaian tersebut. Ia menilai prestasi para guru ini menjadi bukti bahwa madrasah di Sulsel terus bergerak maju dan mampu bersaing di level nasional.
“Ini buah dari dedikasi, kreativitas, dan komitmen guru-guru kita. Mereka telah menunjukkan bahwa inovasi pembelajaran di madrasah bukan hanya wacana, tetapi praktik nyata,” ujar Wahyuddin yang hadir langsung mendampingi para finalis bersama Ketua Tim Guru Penmad, Hj. Nurjannah.
Dalam seremoni penganugerahan, duta Sulawesi Selatan tampil mengenakan pakaian adat daerah sebagai simbol identitas dan kebanggaan budaya.
Baca Juga: HMJ Kedokteran UIN Alauddin Makassar Gelar Penyuluhan Anti-Bullying di SD Inpres 210 Katonokang
Dukungan juga datang dari berbagai pimpinan yang hadir, termasuk Kepala Kemenag Kota Parepare, Kepala MAN 2 Parepare, dan jajaran pengawas madrasah.
Kakan Kemenag Parepare, H. Irfan Daming, menyebut Yulia sebagai inspirasi bagi guru-guru di wilayahnya. Senada dengan itu, Plt. Kasi Penmad, H. Syaiful Mahsan, memberikan apresiasi yang menggugah terhadap dedikasi Yulia, sembari berharap keberhasilan ini menggerakkan semangat inovasi yang lebih luas di lingkungan madrasah.
Dalam pernyataannya, Yulia Wahyuni menyebut capaian ini sebagai energi baru untuk terus membangun pembelajaran yang lebih dekat dan bermakna bagi peserta didik.
Baca Juga: UIM Al-Gazali Tambah Guru Besar, Mantan Dekan Pertanian Sandang Profesor Manajemen Agribisnis
“Setiap inovasi adalah hadiah untuk siswa. Semoga prestasi ini menjadi pengingat untuk terus menghadirkan pembelajaran terbaik,” ujarnya. ***




