POJOKSULSEL, MAKASSAR - Ketua Umum DPP Alumni Pesantren Modern Aljunaidiyah Biru Bone Muh Tonang meninggal dunia. Alumni Pesantren Aljunaidiyah yang tergabung dalam Rabitatul Khirrij Ma'had Hadits (RHMH) Aljunaidiyah pun berduka.
Sekretaris Umum DPP RHMH Aljunaidiyah Prof Dr Muhaemin mengaku terkejut dengan kabar meninggalnya Muh Tonang yang sangat tiba-tiba.
"Innalillahi wainna ilaihi rajiun. Kami sangat berduka," kata Prof Muhaemin yang juga direktur Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo.
Prof Muhaemin mendapatkan kabar duka meninggalnya Muh Tonang, yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Selatan (Sulsel), dari Rektor IAIN Palopo Dr Abbas Langadji MAg.
Diketahui, Abbas Langadji bersama Muh Tonang dalam kegiatan Kementerian Agama di Banten. Muh Tonang dan Abbas Langadji ikut dalam rombongan evaluasi seluruh jajaran di lingkup Kemenag yang digelar di Hotel Vivere, Serpong, Tangerang, Banten.
Kegiatan tersebut dihadiri Kanwil Kemenag se-Indonesia, sekolah/kampus, dan pimpinan di lingkup Kemenag RI. Rencananya kegiatan dibuka oleh Menteri Agama RI Prof Dr Nasaruddin Umar.
Baca Juga: Advokat Asal Makassar Om Boer Pimpin Garuda Asta Cita Nusantara, Kawal Visi Misi Presiden Prabowo
Diceritakan oleh Abbas Langadji, yang juga merupakan teman sesama alumni Pondok Pesantren Modern Aljunaidiyah Biru bersama Muh Tonang, dalam proses menunggu acara pembukaan acara itulah Muh Tonang tiba tiba ambruk.
Beberapa waktu sebelum pembukaan, Muh Tonang masih terlihat santai. Muh Toang masih menyapa dan berbincang dengan beberapa teman sejawatnya.
Muh Tonang kemudian pamit ke ruangan lain untuk meminum kopi sambil menunggu dibukanya acara. Saat menunggu itulah, tiba tiba cankir kopi di hadapan Muh Tonang tiba tiba terjatuh bersamaan dengan ambruknya tubuh Muh Tonang.
Seketika semua orang panik. Muh Tonang sempay dibaringkan di kursi panjang. Memang sudah dalam kondisi tidak sadar. Selanjutnya Muh Tonang dibawa ke Siloam Hospitals Banten.
Muh Tonang dan Abbas Langadji pernah menikmati bersama hidup mondok di Pesantren Aljunaidiyah Biru Bone di tsanawiyah. Setamat Tsanawiyah Pesantren Aljunaidiyah Biru, Abbas Langadji melanjutkan pendidikan di Pesantren MAPK Makassar, sementara Muh Tonang tetap melanjutkan di Madrasah Aliyah Pesantren Aljunaidiyah Bone.
Meninggal mendadaknya Muh Tonang laksana petir di siang bolong bagi alumni Pesantren Aljunaidiyah Biru Bone. Belum lagi setahun, Muh Tonang terpilih secara aklamasi menakhodai atau terpilih sebagai ketua umum RHMH Aljunaidiyah Biru.
Banyak cita-cita dan harapan yang Muh Tonang sampaikan kala itu. Di antaranya Muh Tonang akan membesarkan struktur organisasi alumni Pesantren Aljunaidiyah dan sebagai organisasi yang mandiri.
Muh Tonang berkeinginan membentuk cabang organisasi alumni Pesantren Aljunaidiyah di semua daerah dan bahkan di luar negeri dimana alumni Pesantren Aljunaidiyah tersebar.
Prof Muhaemin mengatakan, apa yang sudah direncanakan Muh Tonang tetap akan dilanjutkan oleh pengurus RHMH Aljunaidiyah.
Kesedihan mendalam juga dirasakan Ketua DPC RHMH Bone Henri Susanto. Hubungan dirinya dengan Muh Tonang mulai saat di Pensatren Aljunaidiyah hingga saat ini sangat dekat.
Henri Susanto mengatakan, kabar duka pagi ini mungkin menjadi pertanda kegelisahannya saat malam sebelumnya. "Semalam gelisah entah apa gerangan," kata Henri Susanto.
Baca Juga: Kasus Uang Palsu, Rektor UIN Alauddin Prof Hamdan Juhannis: Saya Marah, Malu, dan Tertampar
Saat itu, Henri Susanto dalam perjalanan dari Bone menuju Kota Makassar. Karena perasaan sepanjang perjalanan tidak nyaman, dia menelpon orangtuanya di Bone. Bersyukur keadaan orangtuanya baik-baik saja. Dia mulai agak tenang, tapi tetap saja masih ada yang belum plong di hatinya.
Desember ini merupakan masa persiapan menyambut Milad Pesantren Aljunaidiyah yang akan digelar Januari 2025 mendatang. Persiapan pun sudah di lakukan. Muh Tonang termasuk salah satu pembicara yang sudah dijadwalkan akan hadir pada rangkaian acara Milad Pesantren Aljunaidiyah Biru Bone.
Terkait persiapan Milad Pesantren Aljunaidiyah, Henri Susanto sebagai ketua organisasi yang menjadi bawahan Muh Tonang di organisasi alumni, ada keinginannya untuk mengomunikasikan persiapan Milad Pesantren Aljunaidiyah ke Muh Tonang.
Baca Juga: Reaksi Rita Sugiarto Saat Lagunya Dinyanyikan Ifa Bulukumba di Ajang KDI 2024
"Semalam, beberapa kali mau chat sahabat senior Haji Tonang bicarakan milad pondok, tapi sselalu tertahan entah kenapa," kata Henri Susanto.
Kegelisahan Henri Susanto terjawab hari ini. Kabar duka datang. Di Whatsapp grup alumni sudah tersebar informasi duka itu. "Ternyata ini jawaban kegelisahan semalam," kata Henri Susanto.
Tangis tak terbendung di kalangan alumni Pondom Pesantren Aljunaidiyah Biru. Muh Tonang menjadi salah satu kakak dan senior yang selalu mengayomi adik adiknya. Baik di organisasi maupun di lingkungan kerjanya.
Seolah semua amanah yang dibebankan di pundakmu masih baru. Jalan setahunan sebagai Kakanwil Kemenag Sulsel dan belum setahun sebagai Ketua Umum RHMH Aljunaidiyah. Namun engkau sudah memberi warna yang indah bagai pelangi.
Selamat jalan Kakanda Tercinta Muh Tonang.(***)



