POJOKSULSEL, MAKASSAR - Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, mendorong Universitas Hasanuddin (Unhas) menjadi Baitul Hikmah. Itu disampaikan saat mengisi Tabligh Akbar di JK Arenatorium GOR Unhas, Kampus Tamalanrea, Sabtu (13/9/2025).

"Sudah saatnya Unhas ini berimajinasi untuk menjadi Baitul hikmah," kata Nasaruddin Umar.

Dorongan itu lahir dari mimpi besar Nasaruddin Umar menghidupkan kembali Baitul Hikmah, pusat intelektual di masa keemasan Islam. Menag berharap peradaban Islam bangkit di kawasan timur. Unhas dan Makassar sangat tepat sebagai episentrumnya.

Baca Juga: ATR 72-500 Terbang Perdana Makassar–Bone, Gubernur Sulsel Targetkan Jadi Rute Reguler

Terlebih, menurut dia, Makassar dan Bugis telah memiliki modal historis yang kuat sebagai pusat keilmuan.

"Unhas ini bisa menjadi episentrum peradaban dunia Islam modern yang akan datang. Kita harus berani bermimpi besar," kata Menag.

Karena itu, ia mengajak civacitas academica Unhas untuk terus berpikir secara global. Tanggung jawab ke depan yaitu upaya menghadirkan kembali Baitul Hikmah.

"Kombinasikan antara ilmu umum dan ilmu agama. Kombinasikan antara iqra' dan bismirabbik. Itulah hebatnya Baitul Hikmah," ungkapnya.

Baca Juga: Pekan Pesantren Mahasiswa Baru UMI Angkatan VI, 432 Maba Jalani Pembinaan di Pesantren Padanglampe

Menag mengutip buku Profesor Denys Lombard yang menyatakan bahwa pada abad ke-14 hingga ke-16, Bugis dan Makassar sudah memiliki keunggulan intelektual di Asia Tenggara.

Menag juga mengungkapkan bahwa koleksi manuskrip Bugis dan Makassar yang ada di perpustakaan Leiden, Belanda, adalah yang terbesar. Hal ini menunjukkan kekayaan intelektual yang pernah dimiliki.

Menag menambahkan, dengan stabilitas ekonomi dan politik, Indonesia, kini menjadi negara yang paling cocok untuk memimpin peradaban Islam modern.

Baca Juga: Pemprov Sulbar Umumkan Alokasi PPPK Paruh Waktu 2025, Peserta Wajib Lengkapi Berkas. Yuk Cek di Sini

Ia berpendapat bahwa Timur Tengah telah selesai dengan tugasnya melahirkan Islam dan kini tidak lagi memiliki tempat yang kondusif untuk Baitul Hikmah, terutama dengan adanya konflik geopolitik.

“Indonesia memiliki stabilitas ekonomi dan politik yang lebih baik, dengan inflasi terendah di antara negara-negara Muslim dan pertumbuhan ekonomi yang stabil, jika kita bisa memanfaatkannya dengan baik, kita pasti akan maju,” tandasnya.

Sementara itu, Rektor Unhas Prof Jamalauddin Jompa menyampaikan rasa terima kasih atas kesediaan Nasaruddin meluangkan waktu.

“Saya mengapresiasi bahwa waktu Pak Menteri tidak mudah. Tapi kami memutuskan lebih baik waktunya yang berubah, daripada beliau tidak hadir,” ungkap Prof JJ sapaan akrab Rektor Unhas.

Menurut Prof JJ, kehadiran Menag menjadi wujud kerinduan sivitas akademika terhadap sosok ulama sekaligus tokoh bangsa.

Baca Juga: Menko Yusril Ihza Mahendra Sampaikan Update Kasus Penganiayaan Dandi Driver Ojol Makassar

“Alhamdulillah, tausiyah beliau akan menyemangati dan menumbuhkan ghirah islamiyah di kampus tercinta ini,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Prof JJ menegaskan pentingnya keseimbangan antara ayat qauliah (wahyu) dan ayat kauniah (fenomena alam).

"Itulah kenapa kami di Unhas itu banyak sekali program-program yang kami pastikan, mulai dari jemaah tablig di setiap fakultas, kemudian ada gerakan Unhas mengkaji dan salat berjamah yang rutin kita lakukan setiap minggu, dan jalur-jalur akademik kita sudah bangun, ada jalur tahfiz 30 juz itu boleh masuk kedokteran," ungkapnya. ***