POJOKSULSEL, MAKASSAR - Seorang pria ditemukan meninggal dunia di rumah kontrakan di Perumahan Nusa Harapan Permai, Blok D3 No.19, Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Peristiwa ini terjadi pada Jumat (9/5/2025).
Laporan pertama datang dari Polsek Tamalanrea. Informasi diterima oleh petugas piket. Laporan menyebutkan ada warga ditemukan meninggal dunia di dalam rumah kontrakan.
Kanit Reskrim Polsek Biringkanaya, AKP Jafar Achmad membenarkan peristiwa warga Perumahan Nusa Harapan Permai ditemukan meninggal dunia dalam rumah kontrakan.
Baca Juga: Dari Sekolah Rakyat ke Rumah Baru, Gus Ipul Gandeng Pemkot Makassar Relokasi Rumah Naila
Ia menjelaskan bahwa korban adalah seorang laki-laki. Identitasnya diketahui bernama Ismawan Hajwan. Usianya 41 tahun. Korban adalah seorang mahasiswa Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis (PPDGS) Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Hasanuddin (Unhas).
“Tim piket dan saya langsung turun ke lokasi. TKP kami amankan. Garis polisi langsung kami pasang. Kami juga menunggu kedatangan Tim INAFIS dan Dokpol dari RS Bhayangkara untuk visum luar,” jelas AKP Jafar dilansir laman Polrestabes Makassar.
Almarhum Ismawan Hajwan pertama kali ditemukan oleh rekan-rekannya. Mereka adalah drg. Nuriani Anshori, drg. Adzani Umar, dan drg. Dian Bunga Lestari. Ketiganya adalah sejawat almarhum.
Baca Juga: Gandeng UNM, Bapas Kelas I Makassar Siapkan SDM Unggul Hadapi Konflik Pemasyarakatan
Menurut keterangan saksi, korban tidak memberi kabar sejak beberapa waktu. Hal ini mencurigakan. Salah satu saksi, drg. Nuriani, mencoba menghubungi almarhum. Namun tidak ada jawaban. Lalu drg. Nuriani berinisiatif mencari alamat rumahnya.
Setibanya di lokasi, ia mendapati pagar rumah tidak terkunci. Ia mengetuk pintu rumah berkali-kali, namun tidak ada jawaban.
Setelah dua rekannya datang, mereka masuk bersama dan memanggil korban. Karena tetap tidak ada respons, mereka mendobrak pintu dan menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia, telentang di kursi dan sudah terbujur kaku.
Baca Juga: Geger Penganiayaan di Desa Sidorejo, Nenek 65 Tahun Diserang Pakai Tabung Gas dan Gunting di Warung
Kejadian ini langsung dilaporkan ke pihak kepolisian. Petugas bergerak cepat. Saksi-saksi diperiksa. Rumah korban disterilkan. Proses penyelidikan awal dilakukan di lokasi.
Saat ini, penyebab pasti kematian masih diselidiki. Polisi menunggu hasil visum dari tim medis. Dugaan sementara belum mengarah ke tindak kekerasan.
Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin (FKG Unhas), drg. Irfan Sugianto, M.Med.Ed., Ph.D meminta publik agar tidak berspekulasi terkait penyebab kematian almarhum. Ia menekankan pentingnya menghormati proses hukum dan pemeriksaan medis yang saat ini sedang dilakukan.
Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap isu kekerasan dan perundungan di lingkungan pendidikan spesialis, drg. Irfan menegaskan bahwa FKG Unhas menjunjung tinggi nilai-nilai humanisme dalam proses pendidikan. Ia memastikan bahwa institusinya memiliki kebijakan tegas terhadap segala bentuk kekerasan.
Ia juga memastikan bahwa FKG Unhas bersikap terbuka dan mendukung penuh proses visum serta pemeriksaan jenazah yang dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara. Menurutnya, tidak ada yang perlu ditutup-tutupi karena semua proses pendidikan di FKG Unhas telah dilakukan sesuai aturan yang berlaku.
“Kami ingin memberi ketenangan kepada keluarga. Kami hadir dan akan terus mendampingi dalam proses ini. Semua akan kami lakukan secara transparan,” tegasnya.
***




