POJOKSULSEL, MAKASSAR - Balai Pemasyarakatan Kelas I Makassar atau Bapas Kelas I Makassar, terus melakukan berbagai terobosan untuk meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan dan kepuasan publik.
Tak hanya mengembangkan program dan sarana, Bapas Kelas I Makassar juga serius memperkuat kapasitas sumber daya manusia.
Salah satu upaya konkret yang dilakukan Bapas Kelas I Makassar adalah menyelenggarakan Pelatihan Teknik Mediasi bekerja sama dengan Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar (UNM), Rabu (7/5/2025).
Baca Juga: Geger Penganiayaan di Desa Sidorejo, Nenek 65 Tahun Diserang Pakai Tabung Gas dan Gunting di Warung
Kegiatan pelatihan yang berlangsung di halaman Griya Abhipraya Sombere itu dibuka langsung oleh Kepala Bapas Kelas I Makassar, Surianto.
Dalam sambutannya, Surianto menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar agenda formalitas, melainkan bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat peran Pembimbing Kemasyarakatan.
Menurut Surianto, di tengah kompleksitas persoalan sosial yang dihadapi klien pemasyarakatan, Pembimbing Kemasyarakatan dituntut mampu menjadi fasilitator penyelesaian konflik yang adil dan bermartabat.
Oleh karena itu, keterampilan mediasi menjadi krusial, bukan hanya untuk menciptakan solusi damai, tapi juga memulihkan relasi sosial yang rusak.
“Mediasi bukan sekadar keterampilan komunikasi, tetapi juga bagian dari strategi profesional dalam mewujudkan keadilan restoratif. Pembimbing Kemasyarakatan harus mampu menjadi jembatan yang efektif dalam menyelesaikan konflik dan memulihkan hubungan sosial,” ujar Surianto dalam keterangan tertulis.
Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber utama. Materi pertama dibawakan oleh Dosen Fakultas Psikologi UNM, Muh Rajan Piara, S.Psi., M.Sc., dengan topik "Memahami Dasar-Dasar Psikologis dan Aplikasi Praktis di Lingkungan Pemasyarakatan."
Baca Juga: Mensos Saifullah Yusuf Hingga DPR RI Dijadwalkan Kunker ke Kota Makassar Hari Ini, Berikut Agendanya
Materi kedua disampaikan oleh Andi Marwan, Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Madya Bapas Makassar, yang membawakan materi bertajuk "Penguatan Kompetensi dalam Mediasi Penal."
Tidak hanya berhenti pada sesi teoritis, pelatihan ini juga mencakup studi kasus yang disesuaikan dengan konteks pemasyarakatan.
Diharapkan pelatihan ini mampu menunjang peran strategis Pembimbing Kemasyarakatan dalam menangani konflik serta mendorong pemulihan sosial yang lebih efektif.
***




