POJOKSULSEL, MAKASSAR - Bugma, satu leting Dzulfikar Ahmad Tawalla saat mondok di Pontren Sultan Hasanuddin Gowa angkatan 14 Aliyah atau SMA.

Bugma mengatakan, Dzulfikar Ahmad Tawalla adalah teman satu kamarnya saat mondok di Pontren Sultan Hasanuddin Gowa.

"Saya masuk itu tahun 2002 untuk jenjang Aliyah. Kalau Dzulfikar Ahmad Tawalla sudah mondok sejak tsanawiyah," kata Bugma kepada wartawan pojoksulsel, Kamis (17/10/2024).

Baca Juga: Profil Andi Muhammad Akmal, Pengajar Kitab Kuning UIN Alauddin Jadi Pemakalah Internasional di Dubai

Ia mengatakan, Dzulfikar Tawalla pada umumnya bergaul kayaknya santri-santi pondok pesantren pada umumnya.

Dzulfikar Tawalla juga dikenal sebagai pribadi yang memiliki kepedulian yang besar kepada teman.

Bugma mengatakan bahwa Dzulfikar Tawalla dikenal sebagai santri berprestasi di angkatan 14.

Baca Juga: Prof Nasaruddin Umar Dijadwalkan Buka Pelantikan dan Mukernas DPP IKAKAS di Kota Makassar

Dzulfikar Tawalla unggul pada mata pelajaran perhitungan, seperti matematika dan fisika.

"Dia pintar, selalu rangking 1 di kelas," kata Bugma.

Pada kesempatan itu, Bugma menjelaskan bahwa Dzulfikar Tawalla aktif pada organisasi Pramuka saat mondok di Ponpes Sultan Hasanuddin.

Baca Juga: Sosok Haniah Mukhtar, Dosen UIN Alauddin Unjuk Kemampuan pada Kegiatan Ilmiah Internasional di Dubai

Kemudian, menjabat sebagai Ketia OSIS di Ponpes Sultan Hasanuddin.

Diketahui, Ketua Umun Pemuda Muhammadiyah Dzulfikar Ahmad Tawalla dipanggil Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Tokoh pemuda asal Kabupaten Gowa itu diminta untuk membantu kabinet Prabowo - Gibran.

Selain Dzulfikar Tawalla, sejumlah tokoh Sulsel juga diminta untuk membantu dalam kabinet Prabowo - Gibran mendatang.

Yaitu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Imam Besar Masjid Istiqlal Anregurutta Prof Dr Nasaruddin Umar.

***