POJOKSULSEL, MAKASSAR - Jumlah korban meninggal dunia yang berhasil diidentifikasi dalam tragedi tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar kembali bertambah.

Setelah Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan memastikan identitas dua jenazah yang ditemukan pada hari ketujuh operasi pencarian, total korban meninggal KM Nurul Salsa yang telah teridentifikasi kini menjadi tiga orang.

Dua korban terbaru KM Nurul Salsa yang berhasil dikenali masing-masing adalah Hasriati (40) dan Bau Intang (50), keduanya merupakan warga Kabupaten Kepulauan Selayar.

Baca Juga: Tak Hanya Soal Gizi, Mahasiswa KKN Unhas Ingatkan Hak Anak Jadi Kunci Cegah Stunting

Sebelumnya, Tim DVI telah lebih dulu mengidentifikasi korban bernama Salmawati (34).

Dengan perkembangan tersebut, data korban KM Nurul Salsa hingga Kamis (23/7/2026) mencatat 58 penumpang berhasil diselamatkan, tiga korban meninggal telah teridentifikasi, satu jenazah masih dalam proses identifikasi, dan 14 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar, Andi Sultan, mengatakan proses identifikasi menjadi tahapan penting sebelum jenazah diserahkan kepada keluarga.

Baca Juga: Beli Laptop Kini Harus Jadi Investasi, Axioo Tawarkan Garansi dan Perlindungan hingga 3 Tahun

"Hasil identifikasi Tim DVI hari ini telah memastikan identitas dua korban, yakni Hasriati dan Bau Intang. Dengan perkembangan tersebut, saat ini terdapat tiga korban yang telah berhasil diidentifikasi, sementara satu jenazah lainnya masih akan menjalani proses identifikasi," kata Andi Sultan.

Menurutnya, Tim DVI bekerja dengan mencocokkan data ante mortem yang diberikan keluarga dengan data post mortem dari jenazah sehingga identitas korban dapat dipastikan secara ilmiah.

Pencarian Difokuskan ke Pulau Sabalana

Baca Juga: Ini Daftar 11 Kampus UIN Tembus Top 100 Universitas Indonesia Versi Webometrics 2026

Di sisi lain, operasi pencarian terhadap 14 korban yang masih hilang terus dilanjutkan oleh Tim SAR Gabungan.

Sultan menyebut, seluruh unsur SAR kini mulai memfokuskan penyisiran di sekitar Perairan Pulau Sabalana, yang diperkirakan menjadi jalur hanyut para korban.

"Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin hingga seluruh korban dapat ditemukan. Dukungan masyarakat, khususnya nelayan yang beraktivitas di sekitar wilayah pencarian, sangat membantu pelaksanaan operasi," ujarnya.

Basarnas juga mengimbau masyarakat yang menemukan korban maupun benda yang diduga berasal dari KM Nurul Salsa agar segera melaporkannya ke Posko SAR Gabungan.

Operasi pencarian akan terus dilakukan dengan mengedepankan keselamatan personel dan koordinasi seluruh unsur yang terlibat, demi memberikan kepastian kepada keluarga korban yang hingga kini masih menunggu kabar anggota keluarganya. ***