POJOKSULSEL, MAKASSAR - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menunjuk Kota Makassar, Sulawesi Selatan, sebagai salah satu daerah uji coba atau piloting transformasi total Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Makassar menjadi satu dari empat daerah yang dipilih Kemenkes untuk melaksanakan uji coba transformasi total JKN. Tiga daerah lainnya yakni Kota Bandung, Kabupaten Tulungagung, dan Kabupaten Muara Enim.
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI, Azhar Jaya, menemui Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Makassar, Jumat (2/10/2026).
Pertemuan tersebeut membahas kesiapan Sulsel, khususnya Kota Makassar, dalam mendukung pelaksanaan uji coba transformasi pelayanan JKN.
Azhar Jaya mengatakan, uji coba tersebut mencakup sejumlah perubahan dalam sistem pelayanan kesehatan. Di antaranya rujukan berbasis kompetensi, penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), serta penggunaan Indonesian Diagnosis Related Group (IDRG).
Baca Juga: Profil Prof Muhammad Akbar, Ketua Senat Akademik Universitas Hasanuddin, Guru Besar Neurologi
"Saya hari ini datang melapor ke Pak Gubernur bahwa pemerintah akan melaksanakan uji coba pelayanan kesehatan yang baru, yaitu rujukan berbasis kompetensi, pelaksanaan kelas rawat inap standar dan penerapan IDRG," kata Azhar Jaya kepada wartawan.
Menurutnya, pelaksanaan uji coba membutuhkan dukungan pemerintah daerah karena akan melibatkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dalam satu wilayah.
Mulai dari puskesmas, praktik mandiri, klinik, rumah sakit milik pemerintah kabupaten/kota, rumah sakit milik pemerintah provinsi, hingga rumah sakit milik Kementerian Kesehatan.
"Jadi memang harus integrasi. Makanya, saya di sini sowan kepada Pak Gubernur untuk dapat mendukung uji coba proyek perubahan jaminan kesehatan nasional ini atau yang kita sebut dengan JKN," ujarnya.
Azhar menyebut Kota Makassar dipilih setelah Kemenkes membandingkan kesiapan sejumlah daerah yang menjadi kandidat lokasi uji coba.
Baca Juga: 43 Sekolah di Makassar Gelar Pilketos Serentak, KPU Pantau Lima SMA
Menurut dia, Makassar memiliki fasilitas kesehatan yang relatif lengkap, mulai dari rumah sakit milik pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kota.
"Kita sudah bandingkan. Memang kita pilih Kota Makassar karena ini yang paling siap. Di tempat lain kita tidak lihat kelengkapannya sama seperti Kota Makassar," jelasnya.
Selain kelengkapan fasilitas kesehatan, kesiapan sarana pendukung juga menjadi pertimbangan. Salah satunya infrastruktur teknologi informasi dan akses internet.
"Kota Makassar ini kan ada rumah sakit milik Kementerian Kesehatan, rumah sakit milik Pemda Provinsi, rumah sakit milik kota sampai dengan ke bawah itu semuanya cukup lengkap. Intinya mempunyai sarana-sarana yang cukup baik, internet juga cukup baik sehingga layak untuk jadi tempat uji coba," katanya.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyatakan dukungannya terhadap program transformasi JKN yang dijalankan Kemenkes.
"Kita mensupport program JKN Bapak Menteri Kesehatan, Bapak Presiden Prabowo melalui tentu Pak Dirjen," kata Andi Sudirman.
Dia menyambut penunjukan Makassar sebagai salah satu lokasi piloting. Menurutnya, Sulsel memiliki jejaring fasilitas kesehatan yang dapat mendukung pelaksanaan uji coba tersebut.
Baca Juga: Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Skuad Garuda Bungkam Bangladesh 9-2 di Laga Penentuan
"Alhamdulillah memilih Makassar, tentu ada rumah sakit kabupaten, kota dan juga ada provinsi dan nasional," ujarnya.
Andi Sudirman berharap penerapan sistem rujukan berbasis kompetensi dan transformasi JKN melalui proyek percontohan tersebut dapat menghasilkan standar pelayanan kesehatan yang lebih baik.
"Harapan kita dengan berbasis kompetensi kemudian JKN dan kemudian menjadi pilot project tentu akan ada standarisasi, kemudian pola-pola yang kemudian akan diterapkan dan lebih baik untuk pelayanan kesehatan," tandasnya.
***




