POJOKSULSEL, MAKASSAR - Kejadian bencana hidrometeorologi di Sulawesi Selatan selama Januari 2024, dalam catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Sulsel, mencapai sudah ada 36 kejadian, di 14 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Angka tersebut belum termasuk kejadian banjir di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Kejadian bencana hidrometeorologi terbanyak di Kabupaten Kepulauan Selayar, yaitu terjadi banjir, cuaca ekstrem, dan pohon tumbang, dan juga Kota Parepare dengan kejadian angin kencang, banjir, pohon tumbang, serta hujan deras (cuaca ekstrem).

Kepala BPBD Sulsel Amson Padolo menyebutkan, jika dibanding kejadian bencana hidrometeorologi yang terjadi pada bulan yang sama tahun 2023 lalu sebanyak 53 kejadian.

"Jumlah kejadian bencana hidrometeorologi di Sulsel pada tahun ini kemungkinan lebih banyak, karena baru tanggal 18 Januari, jumlah kejadian bencana sudah 36 kejadian. Terlebih itu masih data sementara, belum semua laporan dari kabupaten/kota masuk," kata Amson Padolo.

Baca Juga: Pemda Beserta Polres Kepulauan Selayar Sidak Tera Nozzle Agen Penyalur Minyak dan Solar, Ini Tujuannya

Amson Padolo menambahkan, pihak BPBD Sulsel sebenarnya, sudah melakukan langkah-langkah dalam mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi sehubungan dengan sudah masuknya musim penghujan.

"Kita sudah melakukan beberapa tindakan kesiapsiagaan. Pada November dan Desember 2023 lalu, kita telah melakukan sosialisasi dan simulasi sebagai bagian dari Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) kepada masyarakat terkait dengan antisipasi dini apabila terjadi bencana," tambah Amson Padolo.

Pihaknya pun juga menyampaikan ke Kabupaten/Kota dan bantuan peralatan di daerah yang rawan bencana. "Kami juga melakukan distribusi logistik di Kabupaten/Kota dan bantuan peralatan di daerah-daerah yang rawan bencana," katanya.

Baca Juga: Tambah 2 Profesor, IAIN Bone Kini Miliki 9 Guru Besar, Ini Daftarnya

Dia mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa waspada dan mengantisipasi apabila curah hujan lebat khususnya untuk daerah yang sering terjadi bencana. Menghindari tempat-tempat yang rawan bencana baik itu longsor maupun banjir, serta memantau perkembangan situasi melalui media yang terpercaya. 

"Sekaligus menyampaikan kepada aparat kebencanaan apabila melihat dan berada pada situasi yang dapat membawa dampak bencana," pesannya. 

Dari dokumen Kajian Risiko Bencana Nasional Sulsel 2022 - 2026, daerah yang berpotensi banjir di Sulsel yaitu Kota Makassar, Luwu Utara, Pangkep, Bone, Wajo, Barru dan Luwu. Kemudian, daerah rawan gelombang tinggi dan abrasi yaitu Takalar, Pangkep, Parepare, Selayar, Bulukumba, Barru dan Jeneponto.

Baca Juga: Prof Muhaemin, Guru Besar Termuda di IAIN Palopo. Doktor 30 Tahun, Profesor 43 Tahun

 

Lalu ada daerah rawan angin puting beliung yaitu Kabupaten Takalar, Maros, Wajo, Kepulauan Selayar, Kota Makassar dan Kabupaten Luwu Timur. Berikutnya ada daerah yang rawan gempa bumi yakni Kabupaten Kepulauan Selayar, Pinrang, Luwu Timur dan Luwu Utara. ***