POJOKSULSEL, MAKASSAR - Juara MTQ Internasional, KH Hasan Basri akan menjadi Imam Salat Idul Fitri di Masjid Al Markaz Al Islami Jenderal M Jusuf Makassar (Masjid Al Markaz Makassar), Senin (31/3/2025).
KH Hasan Basri adalah Juara MTQ Makkah, Saudi Arabia tahun 1982 dijadwalkan jadi Imam Salat Idul Fitri di Masjid Al Markaz Makassar.
Selain KH Hasan Basri, Masjid Al Markaz Makassar juga mengundang Prof dr A Husni Tanra sebagai khatib Salat Idul Fitri 1446 H.
Melansir laman Masjid Almarkaz, Ketua Panitia Amaliyah Ramadhan Al Markaz Al Islami 1446 H, Farouk M Betta mengimbau masyarakat supaya mengikuti arah kiblat saat melaksanakan Salat Idul Fitri.
Baca Juga: Pertama di UIN Alauddin Makassar, FTK Sapu Bersih Prodi Akreditasi Unggul
"Kami mengimbau warga yang melaksanakan salat di luar masjid agar tetap memperhatikan arah kiblat, bukan mengikuti arah jalan,” katanya.
Profil KH Hasan Basri
KH Hasan Basri, merupakan salah satu qari legendaris Indonesia, yang juara MTQ Internasional tahun 1982 di Mekkah, Saudi Arabia.
KH Hasan Basri lahir di Dusun Lambanan (sekarang Desa Lambanan) Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) Sulawesi Barat (Sulbar).
Belajar tilawah Alquran dari seorang guru di Sabang Subik bernama Ustaz Muhammad. Kala itu, Ustaz Hasan, sapaan akrabnya baru berumur belasan tahun.
Baca Juga: Tim Penggerak PKK Kota Parepare Berbagi Takjil dan Donasi Pakaian, Andi Arfiah Ajak Tebar Kebaikan
Ia berangkat dari rumahnya setiap malam. Karena belum ada listrik. Ustas Hasan memakai obor sebagai penerang di jalan.
idak jarang Ustaz Hasan bersama teman-temannya harus menginap di masjid. Itu ketika jam selesai belajar tilawah sudah larut malam.
Kemudian, pada subuh hari, Ustaz Hasan dan teman-temannya dibangunkan untuk salat subuh.
Dirinya selalu melantunkan tahrim dan menjadi muazin salat subuh di tempat ia menginap.
Dari perjalanan itu, Ustaz Hasan pertama kali mewakil Polewali Mamasa (sekarang Polewali Mandar) mengikuti MTQ tingkat Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) pada tahun 1972 di Kabupaten Bulukumba.
Karena kategori dewasa masih sangat kurang di tahun 70-an. Ustaz Hasan akhirnya diplot pada kategori itu.
Tahun pertama mengikuti ajang MTQ tingkat Provinsi Sulsel, Ustaz Hasan belum mendapatkan juara.
Baca Juga: Hibah Tanah Pemkab Maros untuk KUA Kecamatan Turikale Disetujui DPRD, Luasnya 333 Meter Persegi
Setahun kemudian, KH Hasan Basri kembali menjadi wakil Polmas pada MTQ Sulsel di Sengkang, Kabupaten Wajo. Ia mendapat juara 5 pada tahun 1973.
MTQ Sulsel tahun 1974 di Kabuparen Pinrang, Ustaz Hasan berhasil naik peringkat ke posisi 4.
Ustaz Hasan Basri berhasil juara 3 pada MTQ Sulsel tahun 1975 di lapangan Pancasila, Polewali, Polmas.
Juara 2 MTQ Sulsel diraih Ustaz Hasan di Kabupaten Sidrap pada tahun 1976.
Baca Juga: TOK! 216 Warga Binaan Rutan Makassar Dapat Remisi Idul Fitri, 6 Orang Bebas di Hari Lebaran
Sementara itu, juara 1 MTQ Sulsel direngkuh KH Hasan Basri pada tahun 1977.
Ustaz Hasan pertama kali mewakili Sulsel pada ajang MTQ tingkat nasional pada tahun 1976 di Kota Samarinda Kalimantan Timur.
Kembali mengikuti MTQ Nasional tahun 1977 di Kota Manado, Sulawesi Utara. Dirinya mendapatkan juara 2.
Pada tahun 1980, Ustaz Hasan kembali meraih juara 2 MTQ Nasional di Jakarta.
Baca Juga: Kebijakan Chaidir Syam Terkait Open House Lebaran Idul Fitri Bikin ASN Full Senyum
Diikuti juara 2 MTQ Nasional di ahun 1981 di Aceh. Juara 1 saat itu adalah Muammar ZA.
"Jadi saya tidak pernah juara 1 nasional. Hanya juara 2 saja," ujar KH Hasan Basri.
Juara MTQ Internasional di Mekkah
epulang dari gelaran MTQ Nasional Aceh, KH Hasan Basri diundang pada ajang MTQ Internasional di Malaysia.
"Setelah dari Aceh saya diundang ke Malaysia. Kalau istilah orang Malaysia itu qari jemputan," katanya.
Baca Juga: Bank Sulselbar Kembali Akan Gelar Mudik Gratis 4 Daerah Tujuan. Yuk Cek Info Lengkapnya!
Saat itu, Ustaz Hasan diminta tampil sebagai peserta ekstra. Bukan untuk berkompetisi.
Diundang untuk menghadiri acara MTQ internasional dan dipersilakan tampil di ajang itu sebagai pengaji ekstra. Bukan peserta," katanya.
Rupanya penampilan Ustaz Hasan Basri di MTQ Internasional Malaysia mendapat perhatian dari dewan hakim Arab Saudi.
Selepas acara, dewan hakim Arab Saudi itu menghampiri delegasi Indonesia, untuk menawarkan KH Hasan Basri bisa tampil di MTQ Internasional Arab Saudi tahun 1982.
Baca Juga: BPBAP Takalar Tetap Eksis Produksi Bibit Rumput Laut Kultur Jaringan di Tengah Efisiensi Anggaran
KH Hasan Basri kemudian dihubungi oleh LPTQ Pusat untuk mempersiapkan diri tampil di MTQ Internasional tahun 1982.
Ia kemudian mencatatkan sejarah sebagai putra Mandar yang juara 1 MTQ Internasional di Mekkah.
***




