POJOKSULSEL.com, MAKASSAR - BBMKG Makassar merilis jumlah frekuensi gempa bumi di Sulsel selama pertengahan Februari 2025 ini.
Sepanjang 7 - 13 Februari 2025, BBMKG Makassar mencatat terjadi sebanyak 110 kali gempa bumi di Sulsel.
Frekuensi gempa bumi di Sulsel cukup tinggi, mengingat hanya dalam 5 hari, tercatat 110 kali gempa.
Baca Juga: Update Banjir Makassar Hari Ini: 2.196 Warga Bertahan di Pengungsian, 7 Kelurahan Masih Tergenang
Berdasarkan data BBMKG Makassar yang dirilis 14 Februari 2025, jumlah gempa bumi di Sulsel sebanyak 110 kejadian.
Gempa bumi yang dirasakan sebanyak 6 kali gempa.
"Magnitudo terkecil gempa bumi di Sulsel yakni M 1.3 dan yang terbesar M 4.1," demikian rilis yang disampaikan di laman media sosial BBMKG Makassar, Sabtu 15 Februari 2025.
Baca Juga: Subuh Keliling: Strategi Kombes Arya Perdana Berantas Kejahatan di Makassar
Gempa terbanyak di Sulsel terjadi pada Tanggal 7 dan 8 Februari 2025, yakni sebanyak 18 kali gempa bumi.
Lalu gempa terjadi sebanyak 70 kejadian dengan magnitodo M 2 hingga M 4.
Dan gempa terbanyak dengan 105 kejadian pada kedalaman dangkal.
Baca Juga: Luwu Utara dan Bone Waspada! Peringatan Dini BMKG Makassar Hari Ini: Hujan Lebat dan Angin Kencang
Menurut data BBMKG, terdapat dua wilayah paling aktif yang berkontribusi terhadap frekuensi gempa di Sulsel dalam 5 hari terakhir ini.
Presentase gempa bumi dirasakan sebanyak 5,5 persen atau 6 kejadian," demikian penjelasan BBMKG Makassar.
Wilayah pang paling aktif tersebut yakni Sesar Sorowako dan Sesar Matano.
Apa Itu Sesar Sorowako dan Sesar Matano?
Sesar Sorowako dan Sesar Matano adalah dua sesar aktif yang terletak di wilayah Sulawesi Selatan, Indonesia.
Kedua sesar ini memiliki potensi untuk menyebabkan gempa bumi di wilayah sekitarnya.
Sesar Sorowako
Sesar Sorowako terletak di dekat Danau Matano dan Sorowako ke arah tenggara.
Sesar ini diperkirakan memiliki panjang sekitar 100 kilometer.
Baca Juga: PENGUMUMAN! Pelunasan Haji Khusus 2025 Dibuka Mulai Tanggal 17 Februari, Ini Kriterianya!
Sesar Matano
Sesar Matano diperkirakan memiliki panjang sekitar 190 kilometer dan merupakan salah satu sesar paling aktif di wilayah Sulawesi Selatan.
Kedua sesar ini memiliki potensi untuk menyebabkan gempa bumi dengan kekuatan yang signifikan.
***



