POJOKSULSEL, MAKASSAR - Pengerjaan jalan di kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Kota Makassar, sepanjang 1,8 kilometer telah rampung.
Infrastruktur jalan di kawasan CPI dibangun dengan lebar 27 meter dan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) tahun anggaran 2025.
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan bahwa pembangunan jalan di kawasan CPI dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari penataan kawasan strategis di pesisir ibu kota provinsi.
“Alhamdulillah pengerjaan jalan kawasan CPI Kota Makassar telah dilakukan secara bertahap,” ujar Andi Sudirman Sulaiman, Rabu (7/1/2026).
Baca Juga: Nasaruddin Umar Singgung Berkah HAB ke-80 di Bone, 38 Ribu Peserta Padati Gerak Jalan Kerukunan
Menurut Andi Sudirman Sulaiman, pembangunan jalan tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan kawasan CPI sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Selain sebagai kawasan bisnis, CPI juga diproyeksikan menjadi ruang publik yang representatif dan nyaman bagi masyarakat Kota Makassar.
Ia menegaskan, keberadaan infrastruktur jalan yang memadai menjadi faktor penting dalam meningkatkan konektivitas kawasan sekaligus memperkuat daya tarik investasi di wilayah tersebut.
Tidak hanya fokus di Kota Makassar, Pemprov Sulsel juga menyalurkan bantuan keuangan untuk perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Pinrang pada tahun 2025.
Baca Juga: Musibah
Total bantuan yang dikucurkan mencapai Rp20 miliar dan digunakan untuk menangani sejumlah ruas jalan prioritas yang selama ini menjadi keluhan warga.
Salah satu ruas yang diperbaiki adalah jalan Salopi–Pajalele di Kecamatan Lembang sepanjang 1,5 kilometer dengan lebar 4,5 meter. Warga setempat, Muhammad Yunus, mengungkapkan kondisi jalan tersebut sebelumnya sangat memprihatinkan.
“Dulu di sini bukan hanya rusak, tapi seperti kubangan kerbau. Sekarang alhamdulillah, ibarat ada barang tercecer di jalan sudah tidak susah lagi dicari. Terima kasih kepada Bapak Gubernur,” ujarnya.
Perbaikan juga dilakukan pada ruas Pinrang–Langnga sepanjang 1,8 kilometer dengan lebar 5 meter. Pawallungi, warga sekitar, mengatakan kerusakan jalan tersebut telah berlangsung selama kurang lebih tujuh tahun.
“Ini jalan sangat tidak layak dilewati. Tapi sekarang alhamdulillah sudah bagus. Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulsel atas bantuan perbaikan jalan di desa kami,” katanya.
Selain dua ruas tersebut, Pemprov Sulsel juga menangani jalan Tammappa–Garessi sepanjang lebih dari 1 kilometer dengan lebar 5,5 meter, Patobong–Makoring sepanjang 850 meter dengan lebar 5 meter, serta Corowali–Boki sepanjang 586 meter dengan lebar 5 meter.
Penanganan infrastruktur tidak hanya menyasar wilayah perdesaan. Di kawasan perkotaan Kabupaten Pinrang, perbaikan jalan dilakukan sepanjang lebih dari 2 kilometer dengan lebar mencapai 8,5 meter.
Muchlis Rahman, warga di sekitar ruas Jalan Sukawati, mengaku merasakan langsung dampak positif dari perbaikan tersebut. Menurutnya, kondisi lalu lintas kini jauh lebih lancar dan mendukung aktivitas warga maupun pengunjung.
Baca Juga: IAIN Parepare Masuk Top 10 PTKIN Terbaik Versi Indeks Sinta 2025
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sulsel yang telah memberikan fasilitas jalan yang sangat baik. Dulu arus lalu lintas terhambat, sekarang sudah lancar dan memudahkan pengunjung maupun aktivitas warga,” tuturnya.
***




