POJOKSULSEL, MAKASSAR - Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia kembali menunjukkan langkah strategisnya dalam memperluas jaringan pendidikan internasional.

Kali ini, Nobel Indonesia hadir di World Education Festival (WEF) 2026, yang digelar di Swiss-Belhotel Makassar, Sabtu (14/2/2026).

ITB Nobel Indonesia menjadi WEF 2026 sebagai momen memperkenalkan program-program unggulan kepada ratusan calon mahasiswa dan memperkuat jejaring global.

Kegiatan yang digelar oleh NIEC ini menghadirkan berbagai institusi pendidikan tinggi, baik dalam maupun luar negeri, sebagai wadah promosi akademik yang komprehensif.

Head of Nobel International Office, Mutialdi Mubyl Handaling, mengatakan, momentum WEF merupakan langkah besar bagi citra institusi.

Baca Juga: Kemenag Sulsel Pantau Hilal 1 Ramadan 2026 di Unismuh, Ini Jejak Rukyatul Hilal Sulawesi Selatan

"Partisipasi ini adalah bagian dari implementasi strategi internasionalisasi kami," katamya.

Mutialdi Mubyl Handaling, bertekad memperkuat posisi ITB Nobel sebagai perguruan tinggi yang berorientasi pada kolaborasi global dan pengembangan akademik berstandar internasional.

Ia juga menekankan bahwa tingginya antusiasme pengunjung terhadap program internasional menunjukkan adanya kebutuhan pasar yang besar terhadap pendidikan yang memiliki daya jangkau global.

Selama kegiatan berlangsung, booth ITB Nobel menjadi pusat perhatian dan memperoleh respons yang sangat positif dari para pengunjung.

Siswa-siswi SMA/SMK terlihat menunjukkan antusiasme tinggi saat berkonsultasi mengenai peluang studi lanjut, khususnya terkait mekanisme dan skema pelaksanaan program Double Degree.

Baca Juga: Dorong IPHI Sulsel Perkuat Moral Umat, Ali Yafid: Para Haji Adalah Figur Teladan

Terkait hal ini, ia menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk mencetak lulusan yang siap bersaing secara internasional sejak bangku kuliah.

"Kami mendesain kurikulum yang selaras dengan mitra luar negeri, sehingga mahasiswa tidak hanya mendapatkan dua gelar, tetapi juga pola pikir global yang relevan dengan industri saat ini," ungkapnya.

Tidak hanya menyasar calon mahasiswa sarjana, kegiatan ini juga menarik perhatian para lulusan S1 yang ingin melanjutkan studi ke jenjang Pascasarjana (S2).

Peningkatan minat terhadap program magister ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pengembangan karier melalui jalur akademik di ITB Nobel semakin menguat.

"Kami melihat tren peningkatan minat dari lulusan sarjana yang ingin meningkatkan daya saing melalui program S2 kami, karena fokus kami adalah pada integrasi antara teori akademik dan praktik bisnis nyata," jelasnya. ***