POJOKSULSEL, MAKASSAR - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Selatan (Sulsel) akan menggelar pemantauan bulan atau rukyatul hilal untuk menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Kegiatan rukyatul hilal penentuan awal Ramadan 2026 dijadwalkan berlangsung di Observatorium lantai 18 Menara Iqra Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Selasa (17/2/2026).

Pemantauan rukyatul hilal awal Ramadan di Observatorium lantai 18 Menara Iqra Unismuh Makassar, sudah kali kedua. Sebelumnya pada tahun 2024.

Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Ali Yafid, mengatakan Sulawesi Selatan menjadi salah satu dari 36 titik rukyatul hilal penentuan awal Ramadan di Indonesia, yang akan memberikan laporan kepada pemerintah pusat sebelum sidang isbat digelar di Kementerian Agama RI.

“Insyaallah untuk memasuki bulan Ramadan 2026, pemerintah sudah menjadwalkan rukyatul hilal pada 17 Februari dan dilaksanakan di gedung lantai 18 Unismuh,” ujar Ali Yafid kepada wartawan.

Baca Juga: Profil Meity Rahmatia, Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Sulawesi Selatan Periode 2026-2031

Ia menjelaskan, lokasi rukyatul hilal tidak selalu dipusatkan di satu tempat. Pemantauan pernah di beberapa lokasi di Sulawesi Selatan, yaitu rooftop mal GTC Tanjung Bunga Kota Makassar.

Pemantaun hilal juga pernah dilakukan di Pantai Padongko, Sumpang Binangae, Kabupaten Barru pada tahun 2019.

Lokasi yang pernah menjadi titik pemantauan hilal di Sulawesi Selatan adalah Pantai Galesong Takalar tahun 2023.

Selanjutnya, rukyatul hilal di Sulawesi Selatan juga pernah dilakukan di Delft Apartemen CPI Kota Makassar, tahun 2025.

Menurutnya, perpindahan lokasi tersebut bertujuan menjaga silaturahmi dan kolaborasi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) dan lembaga terkait.

Baca Juga: HIPMI Usul Kredit Rp50 Miliar sebagai Afirmasi dan Insentif Pengusaha Menengah

“Dukungan dari ormas dan lembaga yang memiliki kapasitas rukyatul hilal sangat penting. Kita ingin komunikasi dan silaturahmi tetap terjalin dengan baik, termasuk dengan pihak Muhammadiyah,” jelasnya.

Terkait teknis pelaksanaan, Ali Yafid mengaku pihaknya masih akan berkoordinasi dengan Badan Hisab Rukyat (BHR) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Nanti saat pelaksanaan, BMKG, Pemprov Sulsel, Badan Hisab Rukyat, serta ormas yang memiliki kapasitas rukyatul hilal akan hadir. Semuanya akan disepakati di bawah panduan Pengadilan Agama Kota Makassar,” pungkasnya.

***