POJOKSULSEL, MAKASSAR - Duka menyelimuti Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar di tengah pelaksanaan wisuda hari ketiga yang berlangsung di Hotel Claro, Jalan AP Pettarani, Sabtu (18/4/2026). Dosen FK UMI, dr Nesyana Nurmadilla, M.Gizi, dikabarkan meninggal dunia.
Kabar duka wafatnya dr Nesyana Nurmadilla disampaikan langsung oleh Wakil Dekan I FK UMI, Dr dr Ida Royani, M.Kes, MHPE, FFRI, sebelum pembacaan nama wisudawan dan wisudawati dimulai. Suasana yang semula khidmat berubah haru saat informasi tersebut diumumkan.
"Hari ini Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia sedang berduka karena kehilangan salah seorang dosen terbaik kami, dr Nesyana Nurmadilla, M.Gizi," ujar dr Ida Royani di hadapan peserta wisuda.
Almarhumah dr Nesyana Nurmadilla diketahui merupakan putri sulung dari Prof Dr Ir Hj Netty, MSi, yang juga merupakan guru besar di UMI.
Semasa hidupnya, dr Nesyana merupakan dosen bagian gizi FK UMI. Ia tercatat sebagai kandidat PhD di Shimane University, Jepang.
Baca Juga: Prof Syaharuddin Usman Buka CBT Angkatan II UIN Alauddin, Penguatan Karakter Jadi Syarat Kelulusan
Selain itu, almarhumah juga pernah menjabat sebagai Ketua Medical Education Unit periode 2018 hingga 2020.
Tak hanya itu, dr Nesyana juga mengemban amanah sebagai Ketua Unit Penjaminan Mutu periode 2020 hingga 2024.
Pada kesempatan itu, dr Ida Royani memohon kepada para wisudawan dan civitas academica UMI untuk mengirimkan doa Surah Alfatihah kepada almarhumah.
Baca Juga: Ikbal Ismail Beber Layanan Baru pada One Stop Service di Asrama Haji Makassar 2026
Diketahui, Pada hari ketiga wisuda, UMI melepas 1.081 lulusan. Terbanyak dari Fakultas Kedokteran yaitu 312 orang. Terbanyak kedua dan ketiga adalah Program Profesi Dokter 172 orang dan Fakultas Teknologi Industri 147 orang.
Disusul Fakultas Agama Islam 130 orang, , Program Profesi Insinyur 115 orang, Fakultas Farmasi 106 orang, dan Program Profesi Apoteker 99 orang.
Sementara itu, selama tiga hari pelaksanaan wisuda, UMI secara keseluruhan telah melepas 3.024 wisudawan dan wisudawati.
Rektor UMI Makassar, Prof. Hambali Thalib, mengatakan bahwa hari wisuda bukan sekadar hari kelulusan, melainkan hari penyerahan masa depan bangsa kepada para lulusan yang akan mengabdi di tengah masyarakat.
Ia juga mengatakan, di balik toga dan gelar, ada perjuangan panjang yang telah dilalui para lulusan. Mulai dari kegagalan praktik hingga penyelesaian skripsi yang memakan waktu tidak sebentar. Namun itu semua adalah bukti wisudawan UMI Makassar adalah petarung.
"Semua perjuangan itu, menurutnya, menjadi bukti bahwa para lulusan UMI adalah petarung sejati yang telah memilih untuk bertahan," ungkapnya.
Olehnya itu dia menekankan dua hal penting kepada para wisudawan yakni profesi bukan sekadar pekerjaan, tetapi kepercayaan yang dipinjamkan Allah kepada manusia, dan gelar hanya akan bermakna bila dijalankan dengan integritas.
Rektor juga menyinggung tantangan masa depan yang ditandai perubahan teknologi sangat cepat, hadirnya kecerdasan buatan, dan persaingan global yang semakin ketat.
Namun ia menegaskan bahwa teknologi mungkin dapat menggantikan sebagian keterampilan manusia, tetapi tidak akan pernah mampu menggantikan hati nurani.
***




