POJOKSULSEL, MAKASSAR - KH Hasan Basri, merupakan salah satu kari legendaris Indonesia, yang juara MTQ Internasional tahun 1982 di Mekkah, Saudi Arabia.
Hasan Basri menceritakan kisah perjalanannya menjadi seorang kari pada Podcast #66 Kemenag Polman.
Perjalanan Ustaz Hasan, sapaan akrbanya, disiarkan di Youtube Kemenag Polman berjudul Sepenggal Kisah KH Hasan Basri, Qori Legenda Mandar yang Mendunia.
Baca Juga: SMA Islam Athirah Bukit Baruga Luncur 12 Website dan 16 Buku Karya Siswa. Keren Lho!
Ustaz Hasan mengatakan, bahwa dirinya lahir di Dusun Lambanan (sekarang Desa Lambanan) Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) Sulawesi Barat (Sulbar).
Ia belajar tilawah Alquran dari seorang guru di Sabang Subik bernama Ustaz Muhammad. Kala itu, Ustaz Hasan baru berumur belasan tahun.
Ia berangkat dari rumahnya setiap malam. Karena belum ada listrik. Ustas Hasan memakai obor sebagai penerang di jalan.
Baca Juga: Profil Anwar Jaya Husain, Nakhoda Pemuda Tani Indonesia Kabupaten Jeneponto 2024-2029
Tidak jarang Ustaz Hasan bersama teman-temannya harus menginap di masjid. Itu ketika jam selesai belajar tilawah sudah larut malam.
Kemudian, pada subuh hari, Ustaz Hasan dan teman-temannya dibangunkan untuk salat subuh.
Dirinya selalu melantunkan tahrim dan menjadi muazin salat subuh di tempat ia menginap.
Baca Juga: Anwar Jaya Husain Dilantik Sebagai Ketua Pemuda Tani Indonesia Jeneponto, Ini Target Perdananya!
Dari perjalanan itu, Ustaz Hasan pertama kali mewakil Polewali Mamasa (sekarang Polewali Mandar) mengikuti MTQ tingkat Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) pada tahun 1972 di Kabupaten Bulukumba.
Karena kategori dewasa masih sangat kurang di tahun 70-an. Ustaz Hasan akhirnya diplot pada kategori itu.
Tahun pertama mengikuti ajang MTQ tingkat Provinsi Sulsel, Ustaz Hasan belum mendapatkan juara.
Setahun kemudian, KH Hasan Basri kembali menjadi wakil Polmas pada MTQ Sulsel di Sengkang, Kabupaten Wajo. Ia mendapat juara 5 pada tahun 1973.
MTQ Sulsel tahun 1974 di Kabuparen Pinrang, Ustaz Hasan berhasil naik peringkat ke posisi 4.
Baca Juga: FSH UIN Alauddin Makassar Sukses Gelar Seminar Internasional Maqasid Syariah
Ustaz Hasan Basri berhasil juara 3 pada MTQ Sulsel tahun 1975 di lapangan Pancasila, Polewali, Polmas.
Juara 2 MTQ Sulsel diraih Ustaz Hasan di Kabupaten Sidrap pasa tahun 1976.
Sementara itu, juara 1 MTQ Sulsel direngkuh KH Hasan Basri pada tahun 1977.
Baca Juga: Alifka Ainun Rezky dari Selayar, Inilah Nama-Nama 40 Siswa Madrasah Duta Moderasi Beragama
Ustaz Hasan pertama kali mewakili Sulsel pada ajang MTQ tingkat nasional pada tahun 1976 di Kota Samarinda Kalimantan Timur.
Kembali mengikuti MTQ Nasional tahun 1977 di Kota Manado, Sulawesi Utara. Dirinya mendapatkan juara 2.
Pada tahun 1980, Ustaz Hasan kembali meraih juara 2 MTQ Nasional di Jakarta.
Baca Juga: Profil Abd Rahman Buhnadi, Ketua Terpilih Asosiasi Penghulu Republik Indonesia Sulsel
Diikuti juara 2 MTQ Nasional di ahun 1981 di Aceh. Juara 1 saat itu adalah Muammar ZA.
"Jadi saya tidak pernah juara 1 nasional. Hanya juara 2 saja," ujar KH Hasan Basri.
Juara MTQ Internasional di Mekkah
Sepulang dari gelaran MTQ Nasional Aceh, KH Hasan Basri diundang pada ajang MTQ Internasional di Malaysia.
"Seteleh dari Aceh saya diundang ke Malaysia. Kalau istilah orang Malaysia itu qari jemputan," katanya.
Saat itu, Ustaz Hasan diminta tampil sebagai peserta ekstra. Bukan untuk berkompetisi.
Baca Juga: Program KKN Terintegrasi PPL Perdana FSH UIN Alauddin Sukses Digelar di Jakarta
"Diundang untuk menghadiri acara MTQ internasional dan dipersilakan tampil di ajang itu sebagai pengaji ekstra. Bukan peserta," katanya.
Rupanya penampilan Ustaz Hasan Basri di MTQ Internasional Malaysia mendapat perhatian dari dewan hakim Arab Saudi
Selepas acara, dewan hakim Arab Saudi itu menghampiri delegasi Indonesia, untuk menawarkan KH Hasan Basri bisa tampil di MTQ Internasional Arab Saudi tahun 1982.
Baca Juga: IAIN Parepare Umumkan 300 Mahasiswa Penerima Beasiswa KIP Kuliah Tahun 2024. Berikut Rinciannya!
KH Hasan Basri kemudian dihubungi oleh LPTQ Pusat untuk mempersiapkan diri tampil di MTQ Internasional tahun 1982.
Ia kemudian mencatatkan sejarah sebagai putra Mandar yang juara 1 MTQ Internasional di Mekkah.
***




