POJOKSULSEL, MAKASSAR - Panitia Reuni TanggaArt Universitas Hasanuddin (Unhas) 2025 menyiapkan beberapa acara menarik dalam kemasan reuni mereka. Diantaranya live music, live streeming event, games, dan kuis.

Director Event Reuni TanggaArt Unhas Alauddin Latif mengatakan, kemasan acara sudah dipersiapkan agar tetap santai dan menarik. Atong, sapaan akrab Alauddin Latif, mengatakan, seperti live music dengan menghadirkan band akustik.

"Sengaja kita memilih akustik agar lebih santai dan teman teman punya waktu untuk berbincang lembih lama. Karena sebenarnya itu yang utama," kata Atong yang merupakan alumni Ilmu Komunikasi angkatan 1995.

Baca Juga: Ini Perkembangan Terbaru Beasiswa Pemprov Sulbar 2025

Reuni TanggaArt Unhas 2025 di Enreco Coffee juga akan disiarkan secara live streeming melalui media sosial. Menurut Atong, beberapa teman atau anggota TanggaArt yang tidak sempat datang berada di luar Makassar dan luar negeri.

Anggota komunitas TanggaArt Unhas ada yang ada di Belanda dan beberapa negera lainnya. "Kemungkinan tidak sempat datang. Seperti Gego (Ashry Sallatu) yang sekarang berada di Belanda. Tidak sempat mudik Lebaran ini," kata Atong.

Diketahui, Gego merupakan tenaga pengajar atau dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unhas sedang menempuh pendidikan doktoral salah satu universitas di Belanda.

Baca Juga: Senam di Taman Pakui Sayang Dilarang Sementara, Disperkimtan Sulsel Buka Suara

Bendahara Panitia Reuni TanggaArt Unhas 2025 Abdul Rahman Tahir mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan beberapa hadiah games dan kuis serta souvenir untuk tamu undangan.

"Acara dikemas oleh kita dan untuk kita. Gembira bersama dengan melepas rindu," kata Arman, sapaan Abdul Rahman Tahir yang merupakan alumni Ilmu Politik FISIP angkatan 1998.

Sekadar diketahui, TanggaArt Unhas berawal dari komunitas mahasiswa Unhas lintas fakultas yang mulai diinisiasi dan terbentuk sekitar tahun 1996.

Baca Juga: Duka di Tanah Suci, 16 Jemaah Haji Embarkasi Makassar Wafat

Awalnya hanya berupa kumpulan mahasiswa dari berbagai latar belakang organisasi dan minat yang kemudian terhimpun dalam satu keinginan untuk berkarya secara kreatif di Kampus Merah.

Ketua Panitia Reuni TanggaArt Unhas Ali Imran mengatakan, reuni tahun ini merupakan yang pertama kalinya digelar secara resmi. Sejak anggota TanggaArt sebagaian besar sudah menjadi alumni atau selesai kuliahnya di Unhas, pertemuan resmi secara besar tidak pernah dilakukan.

"Ada kerinduan untuk kembali menjalin silaturrahin dengan teman teman TanggaArt," kata Ketua Panitia Reuni TanggaArt Unhas 2025 Ali Imran, alumni Jurusan Ilmu Sosiologi Unhas angkatan 1996.

Ali Imran mengatakan, karena teman teman yang sudah alumni kemudian bekerja di berbagai bidang dan daerah di Indonesia maupun di luar negeri, sehingga pertemuan secara fisik agak sulit.

Momen momen pertemuan sesama anggota TanggaArt hanya dilakukan secara kecil kecilan di beberapa kota dan daerah.

Baca Juga: Inilah 25 Pejabat Baru Unismuh Makassar, Rektor Rakhim Nanda Sampaikan Pesan Penting

"Itupun jika ada momen momen tertentu. Misalnya ada teman ke Jakarta, ketemu lagi dengan teman teman TanggaArt di Jakarta. Tapi itu hanya beberapa orang," kata Ali Imran.

Lebaran Idul Adha tahun ini, dianggap momen penting oleh anggota TanggaArt Unhas untuk melakukan pertemuan. Sebagian besar anggota TanggaArt berada di Makassar dan yang dari daerah lain kemungkinan mudik ke Makassar.

Ali Imran mengatakan, komunikasi dan silaturrahim dengan anggota TanggaArt selama ini tetap terjalin memalui media sosial, seperti grup Whatsapp. Hanya saja, ada kerinduan untuk bertemu secara offline.

Baca Juga: Innalillahi... Jemaah Haji Kloter 19 Asal Polewali Mandar Wafat di Makkah

"Bayangan kita masih seperti dulu dengan wajah dan perawakan teman teman. Pastinya sekarang sudah banyak berubah," kata Ali Imran.

Senada dengan, Ali Imran, Irawan, yang kini lebih banyak beraktifitas di Jakarta, mengatakan, ada kerinduan bertemu dengan teman teman "sepermainan" waktu di Unhas kala mereka masih mahasiswa.

Irawan mengatakan, faktor tempat sebaran teman teman bekerja di berbagai daerah di Indonesia, termasuk luar negeri, membuat sulitnya mereka bertemu secara fisik.

Baca Juga: Rektor Unismuh Lantik 7 Dekan, Direktur Pascasarjana dan 17 Pimpinan Badan-Lembaga, Ini Daftarnya

TanggaArt Unhas dikenal sebagai komunitas kreatif. Tangga tangga Unhas menjadi ruang diskusi dan bermain dari kelompok ini. Itulah yang mendasari kemudian mereka memilih nama TanggaArt sebagai nama.

Kala masih menjadi mahasiswa, anggotanya aktif di berbagai organisasi lintas fakultas di Unhas. Beberapa kegiatan dibuat TanggaArt, seperti diskusi, pementasan seni, dan kegiatan yang sifatnya edukatif.

Nama TanggaArt dalam berbagai kegiatan ditambahkan menjadi TanggaArt Production. Dr Handam mengatakan, waktu masih mahasiswa di Unhas, terkadang mereka dianggap "gila" karena terlalu kreatif dengan ide ide nyeleh mereka.

"Memang kan terhimpun banyak mahasiswa dari berbagai latar belakang. Fakultas, organisasi, agama, dan latar belakang sosial. TanggaArt sangat plural. Beragam. Saking beragamnya, diskusi dan tema pembicaraan apa saja, semua nyambung," kata Dr Handam yang lebih akrab disapa Om Ancong.

Om Ancong kini menjadi salah satu tenaga pengajar atau dosen di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.

Baca Juga: Unhas, UIN Alauddin Makassar, Unsulbar Buka Jalur Mandiri, Cek Syarat dan Jadwalnya

Sekretaris Panitia Reuni TanggaArt Unhas Hairul Azis mengatakan, persiapan untuk kegiatan mereka sudah 90 persen.

"Undangan dan kepastian hadir kita sudah sebara ke teman teman. Insya Allah, kita jumpa jumpa di tanggal 8 di Makassar," kata Hairul Azis, akram disapa Bang Elu.(rilis/tanggaartproduction)