POJOKSULSEL, MAKASSAR - Empat Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Sulawesi Selatan yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai menjalankan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk tahun Ajaran 2026/2027.

Keempat Sekolah Rakyat tersebut tersebar di Kabupaten Barru, Sidenreng Rappang (Sidrap), Tana Toraja, dan Bone.

Sebanyak 1.508 siswa mulai mengikuti kegiatan pendidikan di empat Sekolah Rakyat tersebut sejak MPLS yang berlangsung mulai 31 Juli 2026.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Program tersebut, kata Dody, merupakan bagian dari upaya pemerintah mengentaskan kemiskinan sekaligus menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.

Baca Juga: Daftar Lengkap 12 Perwira Polri Sertijab Awal Agustus 2026, Ada Delapan Kapolres

“Sekolah rakyat merupakan program utama untuk mengentaskan kemiskinan. Dengan menyekolahkan adik-adik dari keluarga prasejahtera, mereka diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup keluarganya dari prasejahtera menjadi sejahtera, sekaligus mempersiapkan generasi Indonesia Emas 2045,” kata Dody dikutip laman resmi Kemnterian PU.

Berikut sebaran empat Sekolah Rakyat yang mulai melaksanakan MPLS di Sulawesi Selatan:

1. Sekolah Rakyat di Sidrap

Sekolah Rakyat di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menampung 446 siswa.

Jumlah tersebut menjadi yang terbesar dibandingkan tiga lokasi Sekolah Rakyat lainnya yang mulai menjalankan MPLS pada gelombang ini.

Baca Juga: Kemenag Rombak Struktur Organisasi, Ditjen Pesantren Resmi Dibentuk, Ini Susunan Baru Ditjen Pendis

2. Sekolah Rakyat di Barru

Sekolah Rakyat di Kabupaten Barru menjadi lokasi kedua dengan jumlah siswa terbanyak.

Sebanyak 393 siswa mulai mengikuti kegiatan pendidikan di Sekolah Rakyat Barru pada tahun ajaran 2026/2027.

3. Sekolah Rakyat di Tana Toraja

Selanjutnya, Sekolah Rakyat di Kabupaten Tana Toraja menampung 340 siswa.

4. Sekolah Rakyat di Bone

Sementara itu, Sekolah Rakyat di Kabupaten Bone menampung 329 siswa.

Dengan jumlah tersebut, total siswa yang mengikuti pendidikan di empat Sekolah Rakyat di Sulsel mencapai 1.508 siswa.

Baca Juga: Setahun Berjuang, Jurnal Al Daulah UIN Alauddin Akhirnya Tembus Scopus

Kementerian PU Bangun 9 Sekolah Rakyat Terintegrasi di Sulsel

Dengan beroperasinya 4 SRT tersebut, maka hingga saat ini sudah ada 7 SRT telah melaksanakan MPLS.

Sebelumnya, SRT di Kota Makassar, Kabupaten Takalar, dan Sinjai juga telah melaksanakan MPLS.

Kementerian PU diketahui membangun 9 Sekolah Rakyat Terintegrasi di Salsel.

Dua SRT lainnya yang dibangun di Kabupaten Soppeng dan Wajo akan memulai MPLS pada gelombang berikutnya seiring penyelesaian tahap akhir utilitas pendukung agar seluruh fasilitas siap berfungsi optimal sejak awal kegiatan belajar mengajar.

Baca Juga: Sekjen APDESI Puji MYP Sulsel: Jalan dan Irigasi Dongkrak Ekonomi Rakyat

Bakal Ada Sekolah Rakyat Berkapasitas 3.000 Siswa di Makassar

Pengembangan Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan juga masih berlanjut.

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan Pemprov Sulsel telah menyiapkan lahan di kawasan GOR Sudiang, Makassar.

Lahan tersebut disiapkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat dengan kapasitas hingga 3.000 siswa.

“Lagi kita siapkan tanah, akan dibangun kapasitas 3 ribu. Disiapkan sekolah ini untuk menampung anak-anak sekolah. Lokasinya di belakang sini,” kata Andi Sudirman.

Dukungan terhadap program Sekolah Rakyat di Sulsel juga mendapat apresiasi dari Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf.

Saat mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulawesi Selatan di Jalan Pajjaiang, Kota Makassar, Jumat (7/8/2026), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memuji komitmen Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dalam mendukung program tersebut.

Gus Ipul mengatakan Andi Sudirman sejak awal menjadi salah satu kepala daerah yang bersemangat mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Unhas Gas Hilirisasi Riset, 67 Inovasi dari 12 Fakultas Terima Dana Rp31,3 Miliar

Menurutnya, dukungan tersebut membuat Sulawesi Selatan menjadi salah satu provinsi dengan titik penyelenggaraan sekolah rintisan terbesar di luar Pulau Jawa.

“Sulawesi Selatan menjadi provinsi dengan titik penyelenggaraan sekolah rintisan terbesar di luar Jawa karena beliau memberikan dukungan yang luar biasa,” ujar Gus Ipul.

Ia mengatakan keberadaan gedung Sekolah Rakyat di Sulsel tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah, khususnya penyediaan lahan.

“Kalau sekarang berdiri bangunan ini karena gubernurnya menyediakan lahan. Kementerian PU yang membangun atas arahan Bapak Presiden Prabowo. Jadi setiap gedung sekolah rakyat berdiri, di situ ada kontribusi bupati, wali kota, dan gubernur,” katanya.

Gus Ipul juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemprov Sulsel. Bahkan, Pemprov Sulsel disebut membuka peluang penyediaan lahan tambahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen.

Baca Juga: Perhumas Makassar Bahas Krisis Komunikasi Multidimensi, Pengurus Baru Dilantik 8 Agustus Besok

“Lebih-lebih beliau mempersilakan kalau ingin membangun gedung baru lagi di tempat ini atau di sebelah gedung ini. Insyaallah kita akan segera usulkan dibangun satu lagi gedung permanen Sekolah Rakyat,” ujarnya. ***