POJOKSULSEL, MAKASSAR - Ikan terdampar di Pantai Tinambung, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), ditemukan oleh warga sekitar pada Sabtu (7/12/2024).

Dalam beberapa keterangan netizen di media sosial, ikan terdampar di Pantai Tinambung Kabupaten Majene, yang masuk dalam perairan Selat Makassar, sebagai ikan mola-mola.

Dosen Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) Dr Muhammad Nur, memberikan penjelasan terkait ikan mola mola.

Baca Juga: ASN Pemkab Gowa Akan Terima TPP 74 Persen Tahun 2025, Gaji Non ASN Ikut Naik

Dosen Prodi Sumber Daya Akuatik Unsulbar, itu mengatakan ikan mola-mola dikenal dengan nama sun fish tergolong ke dalam Family Molidae, Order Tetraodontiformes.

Ikan bertulang sejati terberat di dunia, itu lebih dikenal dalam bahasa Indonesia sebagai ikan mola mola.

Muhammad Nur mengatakan, habitat ikan mola mola berada pada kedalaman 50 meter dari permukaan laut.

Namun, ikan mola-mola bisa menyelam sampai pada kedalaman 400-600 meter.

"Kalau habitatnya di kedalaman 50 meter dari permukaan. Tapi bisa menyelam sampai pada kedalaman 400 sampai 600 meter," kata Muhammad Nur yang juga Kepala UPA Laboratorium Terpadu Unsulbar itu, Sabtu (7/12/2024) siang.

Baca Juga: Kabar Gembira! Satu Prodi Kembali Raih Akreditasi Unggul di IAIN Parepare

Ia menjelaskan, ikan mola-mola terkadang muncul ke permukaan untuk menghangatkan suhu tubuhnya.

"Tapi terkadang dia ke permukaan perairan hangat, berjemur. sekali-kali naik ke atas berjemur untuk menghanhatjan tubuhnya," kata Muhammad Nur.

Ia menjelaskan, ikan mola-mola memiliki ciri khas sirip punggung, sirip ekor, dan sirip perut bersambung.

Pada kesempatan itu, Muhammad Nur belum bisa memastikan bahwa ikan jumbo yang terdampar di Pantai Tinambung adalah ikan mola-mola.

Hal itu karena dirinya belum memiliki data valid terkait ikan berukuran jumbo yang terdampar di Pantai Tinambung pada Sabtu pagi.

Namun demikian, kata Muhammad Nur, ikan mola-mola sudah beberapa kali terdampar di perairan Majene.

Bahkan, Muhammas Nur bersama 4 dosen Perikanan Unsulbar pernah menulis catatan ikan mola-mola yang terdampar di Pantai Barane pada tahun 2019.

Baca Juga: Daftar Nama-Nama Lolos Seleksi PPIH Kloter dan PPIH Arab Saudi Kanwil Kemenag Sulsel

"Kalau kasus terdamparnya bukan yang pertama karena saya pernah tulis tahun 2019 pernah terdampar di Barane, pernah di Sendana, di Pangali Ali, kalau bukan ke lima ke enam ini," ungkapnya.

Ia mengatakan, ada kemungkinan insiden ikan mola-mola terdampar karena terbawa arus saat mereka berjemur menghangatkan tubuhnya.

Terlebih, ikan mola-mola ada spesis ikan yang tidak bisa melawan arus karena bentuknya yang pipih.

"Kemungkinan besar lagi mencari perairan hangat, pada saat itu arus membawa dia ke darat, tidak bisa lagi ke laut dalam. Apalagi dia punya badan bentuknya pipih," ungkap Anggota Masyarakat Iktiologi Indonesia itu.

Baca Juga: Selamat! Kanwil Kemenag Sulbar Umumkan Nama-Nama Lulus PPIH Kloter dan PPIH Arab Saudi

Muhammad Nur mengatakan, ikan mola-mola sebenarnya bisa dikonsumsi.

Namun saat ini, ikan mola-mola akan menjadi spesis ikan yang prioritas konservasi Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Hal itu karena populasi ikan mola-mola yang sudah sedikit karena proses reproduksinya yang lama.

***