POJOKSULSEL, MAKASSAR - Ikatan Alumni Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi dan Pendidikan (IKA FSIKP) Universitas Muslim Indonesia (UMI) akan menggelar Silaturahmi Nasional (Silatnas) dan Musyawarah Komisariat (Muskom) pada 30 hingga 31 Mei 2026 di Gedung Al Jibra UMI, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar.

Silatnas dan Muskom IKA FSIKP UMI mengusung tema, Terhubung, Berkarya, dan Berdampak. Ajang itu diharapkan menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antar alumni sekaligus mendorong kontribusi nyata bagi organisasi maupun masyarakat luas.

Berbagai agenda telah disiapkan dalam dalam Silatnas dan Muskom, mulai dari forum diskusi strategis, pemilihan Ketua IKA FSIKP UMI, hingga kegiatan kebersamaan yang dirancang untuk memperkuat jaringan serta meningkatkan kolaborasi antar alumni.

Dekan FSIKP UMI, Dr. Hj. Nurjannah Abna, S.S., M.Pd menegaskan bahwa kegiatan Silatnas dan Muskom memiliki peran penting dalam membangun konektivitas antar alumni sekaligus memperluas dampak organisasi.

Menurut Nurjannah Abna, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ajang pertemuan, tetapi juga sarana memperkuat hubungan emosional yang telah terbangun selama ini.

Baca Juga: Ketatnya Verifikasi Peserta MTQ Sulsel 2026 di Maros, Terapkan Rekam Biometrik

"Silatnas dan Musyawarah Komisariat menjadi ajang silaturahmi yang tidak hanya mempertemukan alumni dan anggota, tetapi juga memperkuat hubungan emosional serta jaringan yang selama ini telah terbangun," ujar Nurjannah Abna.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan panitia agar kegiatan dapat berjalan optimal dan memberikan hasil maksimal bagi seluruh peserta.

"Saya berharap panitia gerak cepat dalam mempersiapkan seluruh kebutuhan kegiatan, sehingga pelaksanaan nantinya bisa berjalan lancar, terstruktur, dan memberikan hasil yang maksimal," tambahnya.

Lebih lanjut, Nurjannah Abna menilai kegiatan tersebut memiliki nilai strategis dalam memperkenalkan institusi kepada masyarakat luas, khususnya calon mahasiswa baru.

“Kegiatan ini juga dapat menjadi media promosi bagi calon mahasiswa baru, karena akan memperlihatkan bagaimana kekompakan, kualitas, serta aktivitas positif yang dimiliki oleh civitas akademika,” jelasnya.

Baca Juga: Nama-Nama Pelajar MAN 2 Makassar Juara Dunia Ajang YNSF dan YISF 2026, Borong 8 Medali

Menariknya, menurutnya, keterlibatan alumni dalam kegiatan ini akan memperlihatkan kekuatan jaringan yang dimiliki FSIKP UMI.

Hal ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa alumni tidak hanya hadir sebagai bagian sejarah, tetapi juga sebagai motor penggerak masa depan organisasi.

Ketua IKA FSIKP UMI, Dr. Abdollah, M.M., M.Pd mengatakan, Silatnas dan Muskom merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran alumni dalam mendukung perkembangan institusi.

“Silatnas dan Musyawarah Komisariat ini merupakan momentum penting untuk mempererat solidaritas antar alumni serta membangun jejaring yang lebih luas dan berkelanjutan,” ujar Abdollah.

Ia menilai, kolaborasi antar alumni menjadi kunci penting dalam menciptakan program yang berdampak bagi organisasi dan masyarakat.

Jika ditarik ke konteks yang lebih luas, peran alumni memang semakin strategis dalam perkembangan perguruan tinggi. Alumni tidak hanya menjadi representasi kualitas lulusan, tetapi juga berperan dalam membangun jaringan profesional serta peluang kolaborasi lintas sektor.

Sementara itu, Ketua Panitia Silatnas dan Muskom IKA FSIKP UMI, Muhammad Harun, S.S., M.Pd menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dirancang bukan sekadar sebagai pertemuan seremonial.

Menurutnya, Silatnas dan Muskom menjadi momentum penting untuk menghadirkan dampak nyata bagi seluruh peserta.

Baca Juga: Dinas Perpustakaan Sulsel Miliki Program Baru Kearsipan, Sasar ASN, Mahasiswa, dan Pelajar

“Silatnas dan Musyawarah Komisariat ini bukan hanya sekadar reuni, tetapi juga menjadi momentum yang bernilai dan berdampak, baik bagi individu maupun organisasi secara keseluruhan,” ungkap Harun.

Ia juga menilai tema yang diusung sangat relevan dengan kebutuhan organisasi saat ini, terutama dalam membangun kolaborasi yang berkelanjutan.

“Tema ini mencerminkan semangat kolaborasi yang harus terus dijaga, di mana alumni tidak hanya terhubung secara emosional, tetapi juga mampu melahirkan karya nyata yang memberi dampak bagi masyarakat,” lanjutnya. ***