POJOKSULSEL, MAKASSAR - Sebanyak tiga profesor Unversitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UIN Alauddin Makassar) kembali dikukuhkan sebagai guru besar tetap.
Pengukuhan tiga profesor menjadi guru besar tetap UIN Alauddin Makassar, digelar di Auditorium Kampus II Jalan HM Yasin Limpo Kabupaten Gowa, Rabu (19/11/2025).
Adapun tiga profesor yang dikukuhkan sebagai guru besar tetap UIN Alauddin Makassar, yaitu:
Prof. Dr. Muh. Ilham, M.Pd., sebagai Guru Besar Bidang Sejarah Kebudayaan Islam pada Fakultas Dakwah dan Komunikasi.
Prof Ilham menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Melestarikan Nilai-Nilai Budaya Lokal di Era Globalisasi: Peluang, Tantangan, dan Harapan dalam Membangun Kampus Peradaban.”
Baca Juga: Ini Daftar Delapan Kampus di Sulsel Lolos ke Pimnas 2025, Unhas Dominasi PKM
Prof. Dr. Darsul Puyu, M.Ag., sebagai Guru Besar Bidang Living Sunnah pada Fakultas Syariah dan Hukum.
Ia membawakan orasi ilmiah berjudul “Living Sunnah dan Reinterpretasi Maqasid Al-Hadis (Elaborasi Praktik Sunnah Nabi dalam Konteks Sosial-Kontemporer).”
Prof. Dr. Tasbih, M.Ag., sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Ma‘nil Hadis pada Fakultas Dakwah dan Komunikasi.
Prof Tasbih menyampaikan pidato pengukuhan berjudul “Memahami Hadis Nabi di Era Digital: Peluang, Tantangan, dan Arah Baru Ilmu Ma‘ānī al-Ḥadīṡ.”
Baca Juga: Munafri Arifuddin Nostalgia di SD Inpres Kampus IKIP, Ceritakan Hari-Hari Awalnya Bersekolah
Diketahui, jumlah guru besar UIN Alauddin Makassar hingga bulan November tahun 2025 sebanyak 101 orang.
Sebelumnya, Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis, dalam pidato Dies Natalis ke-60 pada 11 November lalu, menargetkan bahwa universitas tersebut dapat mencapai 116 guru besar pada tahun 2025.
Prof Hamdan Juhannis mengatakan, masih ada 15 dosen UIN Alauddin Makassar, yang berpotensi mendapatkan kenaikan jabatan sebagai guru besar.
Adapun rinciannya, 7 dosen telah mengikuti uji kompetensi di Kementerian Agama RI dan 8 lainnya sedang berproses di Kemendiktisaintek. ***




