POJOKSULSEL, MAKASSAR - Groundbreaking Stadion Sudiang tidak masuk dalam agenda kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada 6 September mendatang.
Kepastian tidak masuknya groundbreaking Stadion Sudiang dalam agenda Presiden Jokowi di Kota Makassar disampaikan oleh Pj Gubernur Sulawesi Selatan Prof Zudan Arif Fakrulloh.
Prof Zudan mengatakan sudah menawarkan agenda groundbreaking Stadion Sudiang ke Presiden Jokowi dalam kunjungan kerjanya ke Kota Makassar.
Baca Juga: 25 Anggota DPRD Parepare Dilantik, Kaharuddin Kadir dan Suyuti Jadi Pimpinan Sementara
'Kami tawarkan Groundbreaking tapi karena waktu pendek jadi hanya meresmikan RS OJK serta tambahan layanan di RS Wahidin," kata Prof Zudan, Selasa (3/9/2024)
Prof Zudan mengatakan, Presiden hanya tiga sampai empat jam berada di Kota Makassar.
"Agenda Presiden di sini ternyata hanya beberapa jam sekitar 3-4 jam jadi belum bisa banyak," kata Prof Zudan.
Baca Juga: Mahasiswa PPG Prajabatan Unismuh Makassar Sukses Gelar Seminar di SMK Negeri 2 Gowa
Ia berharap, agar Presiden Jokowi bisa kembali ke Makassar.
"Semoga di lain kesempatan beliau bisa ke sini lagi," katanya.
Diketahui, rencana pembangunan stadion di GOR Sudiang telah masuk dalam dokumen pembangunan nasional.
Baca Juga: Kemenag Sulsel Siapkan 254 Kuota Guru pada Penerimaan CPNS Tahun ini. Lihat Daftar 24 Formasinya!
Dokumen perencanaan pembangunan stadion di Sudiang, dibahas dalam Musrembang Nasional pada 30 April lalu.
Karena itu, dipastikan pembangunan Stadion Sudiang akan menggunakan dana dari Pemerintah Pusat.
Tim PUPR juga sudah mengumpulkan beberapa tim hingga pengecekan lokasi untuk perencanaannya.
Sementara itu, Pemprov Sulsel menyediakan 20 hektare lahan di GOR Sudiang. Meskipun, lahan untuk pembangunan stadion 5 ha sampai 10 ha.
Stadion yang akan dibangun di GOR Sudiang mengusung konsep kawasan hijau.
Baca Juga: FORMASI LENGKAP Kuota 742 CPNS Kemenag Sulsel. Cek Link Pendaftaran di Sini
Konsep kawasan hijau yang diusung pada pembangunan stadion bisa dinikmati masyarakat.
Bukan hanya sebagai lokasi pertandingan bola. Tapi kawasan sekitarnya, bisa jadi arena rekreasi masyarakat dengan berbagai aktivitas olahraga.
***




