POJOKSULSEL, GOWA - Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Gelombang 1 Tahun 2024, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Tim II dari Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, mengadakan proyek kepemimpinan berupa Seminar tentang Kekerasan Seksual di SMK Negeri 2 Gowa.
Seminar tentang Kekerasan Seksual menghadirkan dua narasumber, yaitu Psikolog dari Lembaga Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Provinsi Sulawesi Selatan Iyan Afriyani, S.Psi., M.Psi dan Dosen Kebidanan Fakultas Kedokteran Unismuh Makassar Andi Hasnah, Amd. Keb., S.KM., M.Kes.
Kegiatan tersebut diselenggarakan di Aula Techno Park SMK Negeri 2 Gowa, Senin (2/9/2024).
Baca Juga: Pemprov Sulsel Alokasi Dana BOKB Rp165 Miliar Fokus Penurunan Stunting
Para peserta yaitu siswa kelas X TKJ, X DKV dan beberapa peserta dari forum anak Kabupaten Gowa didampingi mahasiswa PPG Prajabatan antusias mengikuti kegiatan sampai selesai.
Mereka berpartisipasi dalam kegiatan tanya jawab setelah pemaparan materi dari kedua narasumber.
Hadir pula dalam kegiatan itu Kepala Sekolah SMKN 2 Gowa Alim Bahri, S.Pd., M.Pd., dan Dosen Pengampu Mata Kuliah Proyek Kepemimpinan Dr Siti Suwadah Rimang, M.Hum.
Baca Juga: Kemenag Sulsel Siapkan 254 Kuota Guru pada Penerimaan CPNS Tahun ini. Lihat Daftar 24 Formasinya!
Pada kesempatan itu Siti Suwadah Rimang menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana pembelajaran kepemimpinan bagi mahasiswa PPG Prajabatan, khususnya dalam menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan berbagai pihak.
"Semoga seminar ini dapat meningkatkan pemahaman kita semua tentang dampak yang ditimbulkan oleh kekerasan seksual,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim II, Naimi mengatakan, seminar bertema Judgement adalah Luka Kedua: Mencegah Stigma Negatif Terhadap Korban Kekerasan Seksual.
Baca Juga: FORMASI LENGKAP Kuota 742 CPNS Kemenag Sulsel. Cek Link Pendaftaran di Sini
Naimi menjelaskan, tema itu dipilih untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai dampak berbahaya dari stigma terhadap korban kekerasan seksual.
"Tema ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa stigma tidak hanya menambah penderitaan korban tetapi juga menghambat proses pemulihan mereka," kata Naimi dalam keterangn tertulis.
Iyan Afriani selaku pemateri menekankan pentingnya menjadi generasi yang peka terhadap lingkungan sekitar dengan memberi dukungan kepada korban kekerasan seksual, melalui pendekatan look, listen, and link.
Look berarti memperhatikan kebutuhan dan perasaan mereka.
Listen berarti mendengarkan secara empatik tanpa menghakimi serta mendorong mereka untuk mencari bantuan.
Link berarti menghubungkan mereka dengan pusat bantuan yang dapat memberikan dukungan lebih lanjut.
Baca Juga: Studi Agama Agama Raih Akreditasi Unggul, Ini Sederet Prodi Unggul di UIN Alauddin Makassar
Seminar yang berlangsung dari pukul 08.30 hingga 12.00 WITA ini berjalan dengan lancar, dimulai dari registrasi, sambutan, penyampaian materi, sesi tanya jawab.
Kemudian, penyerahan plakat kepada sekolah dan narasumber, hingga penutup dan sesi foto bersama.
***




