POJOKSULSEL, MAKASSAR - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulsel berhasil mengidentifikasi dua korban meninggal dunia dalam tragedi tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar.
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto mengatakan, perkembangan ini membuat proses pencarian dan identifikasi korban KM Nurul Salsa terus menunjukkan kemajuan.
"Hari ini ada perkembangan. Dua jenazah yang sebelumnya dikirim ke Biddokkes Polda Sulsel telah berhasil diidentifikasi," kata Didik Supranoto dalam konferensi pers terkait insiden KM Nurul Salsa di RS Bhayangkara Makassar, Kamis (23/7/2026).
Baca Juga: Tak Hanya Soal Gizi, Mahasiswa KKN Unhas Ingatkan Hak Anak Jadi Kunci Cegah Stunting
Sementara itu, Kabiddokkes Polda Sulsel Kombes Pol dr. Muhammad Haris menjelaskan, dua jenazah yang diterima Tim DVI pada Rabu (22/7/2026) berhasil diidentifikasi melalui metode ilmiah Disaster Victim Identification (DVI).
Proses tersebut melibatkan Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel, Tim DVI Pusdokkes Polri, Tim Identifikasi Polda Sulsel, serta Departemen Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.
Korban pertama diketahui bernama Hasriati (44), warga Dusun Garassi, Kecamatan Pasimasunggu Timur, Kabupaten Kepulauan Selayar.
Baca Juga: Beli Laptop Kini Harus Jadi Investasi, Axioo Tawarkan Garansi dan Perlindungan hingga 3 Tahun
Hasriati teridentifikasi setelah Tim DVI mencocokkan data post mortem dengan data ante mortem berupa susunan gigi, rekam medis, serta barang pribadi yang ditemukan bersama jenazah.
Sementara korban kedua adalah Bau Intang (50), warga Putabangun, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar.
Korban dipastikan melalui pencocokan sidik jari dan data medis dengan data ante mortem yang diserahkan pihak keluarga.
Baca Juga: Ini Daftar 11 Kampus UIN Tembus Top 100 Universitas Indonesia Versi Webometrics 2026
"Hari ini kami berhasil mengidentifikasi dua jenazah korban KM Nurul Salsa," ujar Haris.
Ia menjelaskan, metode DVI dilakukan dengan mencocokkan seluruh data post mortem dari jenazah dengan data ante mortem yang dikumpulkan dari keluarga, mulai dari sidik jari, rekam medis, susunan gigi, hingga properti atau barang pribadi korban.
"Hingga saat ini Tim DVI telah menerima 16 data ante mortem dari total 17 korban yang menjadi objek identifikasi," katanya.
Setelah proses identifikasi rampung, kedua jenazah langsung diserahkan kepada Polres Kepulauan Selayar untuk dibawa ke kampung halaman dan dimakamkan oleh keluarga. ***




