POJOKSULSEL, MAKASSAR - Dinas Perhubungan Sulawesi Selatan (Dishub Sulsel) menyiagakan 210 personel untuk mengawal mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kepala Dishub Sulsel, Erwin Terwo mengatakan, ratusan personel tersebut akan disiagakan pada sejumlah titik yang dianggap rawan kemacetan. Terutama jalur Perintis Kemerdekaan Kota Makassar saat mudik lebatan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Tidak hanya itu, para personel Dishub Sulsel juga akan mendapatkan tugas di jalur-jalur wisata, yang diprediksi akan ramai saat mudik lebaran Idul Fitri.

Dishub Sulsel juga akan menempatkan anggotanya di sejumlah titik pusat perbelanjaan di Kota Makassar.

"Persiapan personel sekitar sekitar 210 di beberapa titik yang dianggap rawan kemacetan. Terutama di area Jl Perintis, tempat jalur wisata, mall," kata Erwin Terwo kepada wartawan di Kantor Gubernur Sulsel.

Baca Juga: Kemenag Makassar Gandeng Masjid Al Markaz Al Islami Bina Keluarga Lewat Kegiatan KRS

Selain itu, Erwin Terwo juga akan menempatkan anggotanya di masjid-masjid saat pelaksanaan salat Idul Fitri

"Kemudian jelang Idul Fitri kita siapkan di Masjid yang menyelenggarakan Shalat Ied," katanya.

Ia menagatakan, Dishub Sulsel juga akan melakukan koordinasi yang intens dengan kabupaten/kota saat mudik Lebaran Idul Fitri tahun ini.

Diketahui, Provinsi Sulawesi Selatan menjadi salah satu daerah tujuan mudik terbanyak di Indonesia.

Hal itu disampaikan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi saat rapat koordinasi penyelenggaraan angkutan lebaran tahun 2026 di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Jumat (27/2/2026).

Baca Juga: Ngabuburit Pengawasan, Mardiana Rusli Ingatkan Disiplin Internal

Dudy Purwagandhi mengatakan, Provinsi Sulawesi Selatan merupakan salah satu daerah cukup padat dalam pelaksanaan angkutan lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kepadatan angkutan lebaran tujuan Sulawesi Selatan itu terjadi pada transportasi udara dan laut.

"Sulsel itu merupakan daerah yang cukup padat dalam penyelenggaraan angkutan lebaran, khususnya transportasi udara dan laut," kata Dudy Purwagandhi.

Berdasarkan hasil survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT), Sulsel salah satu provinsi asal dan tujuan favorit pemudik tahun ini, serta merupakan gerbang utama menuju Indonesia Bagian Timur.

Masih dari survei BKT, Sulsel menjadi daerah asal terbesar keenam dengan perkiraan jumlah orang bergerak sebanyak 2,7 persen atau 3.92 juta orang. 

Baca Juga: Ramadhan: Revolusi Spiritual Umat

Sedangkan sebagai provinsi tujuan, Sulsel termasuk pada lima besar dengan jumlah orang bergerak menuju Sulsel mencapai 3,40 persen atau 5,36 juta orang.

Sejalan dengan hal tersebut, sejumlah simpul transportasi di Makassar juga diperkirakan akan menjadi titik tersibuk, di antaranya Bandara Sultan Hasanuddin dan Pelabuhan Soekarno-Hatta. 

Berdasarkan hasil survei, Bandara Sultan Hasanuddin termasuk dalam lima besar bandara asal dan tujuan terpadat. 

Diperkirakan akan terdapat 10,20 persen atau 508,27 ribu orang yang akan melakukan keberangkatan dari Bandara Sultan Hasanuddin. 

Sedangkan 12,60 persen atau 627.86 ribu orang diperkirakan akan menjadikan Bandara Hasanuddin sebagai tujuan.

Baca Juga: KONI Sulsel Bidik Prestasi Top 10 di PON 2028, Darmawangsyah Muin Siapkan Strategi Besar

Sementara itu, Pelabuhan Soekarno-Hatta-menjadi pelabuhan laut asal dan tujuan terpadat kedua secara nasional. 

Diperkirakan 14,50 persen atau 134,28 ribu orang akan melakukan keberangkatan dari simpul transportasi tersebut, dan 16,30 persen atau 150,59 ribu penumpang akan menuju lokasi tersebut. ***