POJOKSULSEL, MAKASSAR - Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan (Sulsel) mengambil langkah memaksimalkan rombongan belajar (Rombel) di setiap SMA di Kota Makasar, untuk menampung 1700 siswa yang tidak lulus PPDB.

Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Iqbal Nadjamuddin mengatakan, langkah itu diambil Disdik Sulsel untuk mengakomodir 1.700 pendaftar PPDB SMA 2024 yang tidak lolos pada semua jalur.

"Inilah yang menjadi dasar kita. Saya kumpulkan semua kepala sekolah SMA di Makassar yang sekolahnya yang rombelnya itu tidak memenuhi standar rombel 12 kelas X. Itu yang kita undang," ungkap Iqbal Nadjamuddin.

Baca Juga: Viral Pencuri Celengan Masjid Nurul Badar Ujung Bori Makassar Terekam CCTV

Iqbal Nadjamuddin mengatakan, hanya ada dua SMA di Kota Makassar yang telah memiliki 12 rombel, yaitu SMAN 21 dan SMAN 9. Sehingga kepala sekolah pada dua SMA itu tidak diundang

Selain itu, semua Kepsek SMA Negeri di Kota Makassar diundang untuk mempresentasikan sarana dan prasana tiap-tiap sekolah.

Ternyata, setiap sekolah memang memiliki fasilitas kelas yang tidak terpakai lagi. Begitu juga dengan pemanfaatan ruang laboratorium untuk jadi kelas.

Baca Juga: Innalillahi! Asisten III Pemkab Kepulauan Selayar Meninggal di Makkah, Arab Saudi

"Dan yang paling banyak itu memang ada yang ruangan-ruangannya mereka yang pernah jadi ruang kelas dan tidak pernah dipakai," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Sulsel beserta tim melakukan peninjauan lokasi. Semua ruangan kelas itu hanya butuh perbaikan plafon dan atap saja.

Total akumulasi pemaksimalan 12 rombel di masing-masing SMA di Kota Makassar, didapatkan 944 rombel.

Baca Juga: PKP Pemkot Parepare Gelar Pasar Tani, Konsepnya Beda dengan Pasar Murah. Seperti Apa?

"Atas dasar ini saya buat kebijakan selama tidak melanggat aturan tidak melebihi 12 rombel kita buka dan kita dapatkan 944 rombel," katanya.

Pada kesempatan itu, Iqbal Nadjamuddin mengatakan, mekanisme penyaluran para pendaftar yang tidak lulus PPDB SMA dilakukan oleh Dinas Pendidikan Sulsel.

"Semua yang kita salurkan resmi. Jadi kita buatkan surat resmi penyaluran, setiap sekolah yang ditempatkan dengan daftar semua kota serahkan semua ke sekolah," kata dia.

Ia mengatakan, Disdik Sulsel membuat daftar nama-nama siswa lengkap dengan alamat dan nomor telepon secara resmi ke SMA.

Selanjutnya, pihak sekolah menindaklanjutinya dengan menghubungi nama-nama yang dikirim oleh Disdik Sulsel tersebut.

Baca Juga: Indah Putri Indriani Meluncurkan 17 Inovasi Aksi Perubahan Peserta PKA, Ini Daftarnya

"Jadi pihak sekolah langsung menelpon siswa ini intuk datang ke sekolah. Itu semua berdasarkan Juknis PPDB penyaluran juga resmi kita buatkan dari Dinas Pendidikan saya tanda tangan. Terkait kalau ini siluman itu salah persepsi," ungkap Iqbal Nadjamuddin. ***