POJOKSULSEL, MAKASSAR - Abdul Malik Faisal menceritakan enam bulan beradaptasi di Dinas Sosial (Dinsos) Sulawesi Selatan (Sulsel).

Sebelum menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial Sulsel per 1 Agustus 2024. Malik Faisal memang sudah dipercaya sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Sulawesi Selatan selama 6 bulan.

Malik Faisal mengemban amanah sebagai Plt Kadis Sosial mulai 2 Februari hingga 31 Juli 2024.

Baca Juga: UMI dan NUS Perkuat Riset Warisan Maritim dengan 5 Kerja Sama Proyek, Apa Saja?

Ia mengaku sudah cukup beradaptasi dengan Dinas Sosial Sulawesi Selatan.

"Cukup beradaptasi di sini," kata Malik Faisal saat acara coffee morning dengan wartawan, Selasa (6/8/2024).

Terlebih, kata dirinya sudah pernh punya pengalaman sebelumnya menjadi kepala OPD dan Staf Ahli Gubernur Sulsel.

Baca Juga: 114 Mahasiswa Nobel Indonesia Siap Mengabdi di Kabupaten Bantaeng

"Termasuk kepala dinas koperasi dan UMKM, staf ahli kurang lagi 2 tahun dan akhirnya berlabuh di sini," ungkap Doktor Sosiologi Jebolan Unhas itu.

Ia mengatakan, pengalaman selama satu semester menjadi Plt Kepala Dinas Sosial Sulawesi Selatan, yaitu penanganan bencana.

Saat itu, Dinas Sosial Sulawesi Selatan harus mengakomodir posko logistik terhadap 9 daerah di Sulsel terdampak bencana. Posko induknya ditempatkan di Kabupaten Luwu.

Baca Juga: Daftar 9 IAIN Segera Alih Status Jadi UIN, Satu di Antaranya di Sulawesi Selatan

"Itu pengalaman pertama bagi saya memimpin sebagai koordinator logistik," kata dia.

Selama penanganan bencana pada 9 kabupaten di Sulsel, Dinas Sosial menyalurkan 150 ribu ton beras kepada para korban terdampak.

Di antaranya, 9 desa di Kecamatan Latimojong Luwu, terpaksa bantuan logistik harus disalurkan menggunakan empat helikopter.

Pada kesempatan yang sama, Malik Faisal menjabarkan sejumlah program selama jabat sebagai Plt Kepala Dinas Sosial Sulsel.

Misalnya program gemar makam telur. Program tersebut bertujuan untuk menurunkan prevalensi stuntimg di Sulsel.

Baca Juga: Diskominfo Parepare dan Pengurus Masjid Raya Gelar Pemerintah Kota Menyapa dengan Ngopi Berjamaah

Prevalensi stunting di Sulsel masih berada di angka 27,4 persen.

Progr gemar makan telur tersebut menyasar anak di bawah lima tahun dan ibu hamil.

Ia mengatakan, sebagian besar masalah stunting dihadapi oleh masyarakat marginal. Itulah kelompok sasaran Dinas Sosial Sulawesi Selatan pada program tersebut.

Baca Juga: Masih Ingat Ali Yafid? Baru Saja Dilantik jadi Kabid di Kemenag Sulsel

"Sebagain besar anak-anak stunting adalah keluarga marginal dan keluarga kurang mampu," ungkap Malik Faisal.

Program lain Dinas Sosial Sulawesi Selatan yang digagas Malik Faisal, yaitu turun langsung menyentuh masyarakat yang butuh dukungan.

Ia mencontohkan satu kasus seorang ibu yang viral karena tidak punya tempat tinggal layak.

Baca Juga: Muh Tonang Lantik Kakan Kemenag Bone, Sinjai, dan Gowa. Ini Nama-Namanya

Dinas Sosial memberikan bantuan dengan membagun hunian layak. Anggarannya berasal dari dana swadaya.

"Pj Gubernur yang serahkan kuncinya setelah 12 hari rumahnya dibangun," katanya.

Hal lain yang digagas Malik Faisal adalah pemberdayaan 115 pekerja sosial dan penyuluh di 24 kabupaten kota.

Ia mengatakan, pekerja sosial dan penyuluh diberikan tugas untuk mengidentifikasi masalah-masalah sosial di masyarakat.

Pekerja sosial tidak lagi kerjanya di Kantor, tapi turun investigasi masalah sosial yang terjadi.

Dinas Sosial Sulawesi Selatan juga menggandeng non govermental organization (NGO) yang fokus pada persoalan sosial. Mulai dari anak terlantar, keluarga miskin hingga lansia.

Baca Juga: Kenalkan Faried Wajedy dan Abdul Rafik, Dapat Promosi Jabatan sebagai Kakan Kemenag di Sulsel

"Kami juga bermitra dengan akademisi untuk sharing apa-apa yang harus dilakukan Dinsos," ungkapnya.

Nah, Malik Faisal sebagai nakhoda defenitif di Dinas Sulawesi Selatan per tanggal 1 Agustus 2024, sudah mengumpulkan pejabat eselon IV untuk menyusun program permanen.

Dirinya juga berkomitmen menggandeng NGO dan akademisi serta merubah pola kerja para pekerja sosial di Dinas Sosial Sulawesi Selatan. ***