POJOKSULSEL, MAKASSAR - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyebut bahwa ada tujuh pasar yang berpotensi menyebabkan kemacetan atau kepadatan lalu lintas saat mudik lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah di Sulawesi Selatan (Sulsel).
Menhub Dudy Purwagandhi meminta untuk memberi perhatian khusus terhadap tujuh pasar tersebut saat mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah di Sulawesi Selatan.
"Antisipasi terhadap kemacetan pasar-pasar, baik pasar yang sudah ada maupun pasar-pasar dadakan selama Ramadan," kata Dudy Purwagandhi saat Rapat Koordinasi Kesiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2026 di Ruang Rapim Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (27/2/2026).
Rapat Koordinasi itu dihadiri oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman beserta Wagub Sulsel Fatmawati Rusdi.
Tidak hanya itu, Forkopimda Sulsel, Bupati Maros, dan stakeholder terkait juga hadir dalam rapat koordinasi bersama Dudy Purwagandhi.
Baca Juga: Kapolda Djuhandhani Rahardjo Puro Ungkap Perkembangan Penyidikan Penganiayaan Bripda Dirja Pratama
Tujuh pasar yang berpotensi menyebabkan kepadatan lalu lintas saat mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah adalah:
Pasar Mandai yang berada tepat di simpang lima Bandara Sultan Hasanuddin, Kota Makassar.
Pasar Tradisional Tompo di Kabupaten Barru. Lalu Pasar Tumpah Poros Pallangga Kabupaten Gowa.
Kemudian Pasar Lambocca di Kabupaten Bantaeng. Pasar Sentral Sam Ratulangi di Kabupaten Bulukumba.
Dua pasar lain di Kota Makassar juga masuk dalam skema potensi menyebabkan kepadatan lalu lintas, yaitu Pasar Rakyat Tello dan Pasar Kalimbu.
Baca Juga: Zakat Fitrah dan Fidyah Kabupaten Bone 2026 Resmi Ditetapkan, Ini Rinciannya
Pasar-pasar yang berpotensi menyebabkan kemacetan lalu lintas perlu mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah setempat.
Utamanya terkait pentaan parkir dan angkutan umum agar tidak mengganggu arus lalu lintas. ***




