POJOKSULSEL, MAKASSAR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar menggandeng 23 perguruan tinggi untuk memperkuat kapasitas penanggulangan bencana. Melalui kerja sama tersebut, BPBD Makassar menargetkan lahirnya sekitar 23.000 mahasiswa yang memiliki kompetensi dasar di bidang kebencanaan.
Kolaborasi itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BPBD Makassar dan 23 perguruan tinggi pada rangkaian Apel Kesiapsiagaan Bencana Kota Makassar tahun anggaran 2026 di Anjungan MNEK, Center Point of Indonesia (CPI), Selasa (14/7/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Muhammad Fadli Tahar, mengatakan program tersebut menjadi langkah strategis pemerintah Kota Makassar dalam membangun sumber daya manusia yang siap menghadapi berbagai potensi bencana.
Baca Juga: 90 Siswa Gowa Mulai Belajar di Sekolah Rakyat, 60 Ditempatkan di Takalar
"Kolaborasi ini menjadi investasi besar dalam membangun sumber daya manusia kebencanaan di Kota Makassar," kata Fadli.
Menurut dia, setiap perguruan tinggi ditargetkan melibatkan sedikitnya 1.000 mahasiswa. Dengan begitu, sekitar 23.000 mahasiswa akan mendapatkan pembelajaran dan pengalaman langsung mengenai mitigasi, kesiapsiagaan, hingga penanganan bencana.
Mahasiswa yang terlibat tidak hanya memperoleh materi di ruang kelas, tetapi juga akan mengikuti praktik lapangan sesuai kurikulum dan kebutuhan masing-masing kampus.
Baca Juga: DPRD Sulbar Mulai Tahapan Pemilihan Wagub, Panitia Pemilihan Segera Dibentuk
"Mahasiswa akan belajar langsung di lapangan sehingga memiliki pengalaman dan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penanggulangan bencana," ujarnya.
Fadli berharap para mahasiswa nantinya menjadi agen edukasi kebencanaan sekaligus memperkuat budaya sadar bencana di tengah masyarakat.
Menurutnya, membangun daerah yang tangguh tidak cukup hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus dibarengi peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Baca Juga: UIN Palopo, IAIN Bone, dan IAIN Parepare Tambah Guru Besar Baru, Ini Daftar Namanya
"Ketangguhan tidak hanya dibangun melalui infrastruktur, tetapi juga dengan menyiapkan generasi muda yang memiliki kapasitas, kepedulian, dan kesiapan menjadi garda terdepan dalam penanggulangan bencana di Kota Makassar," jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin yang memimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana menegaskan penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.
Menurut Munafri, Kota Makassar memiliki sejumlah potensi ancaman bencana, mulai dari banjir, cuaca ekstrem, kekeringan hingga banjir rob yang dipengaruhi perubahan iklim. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat harus terus diperkuat melalui edukasi, pelatihan, dan simulasi secara berkelanjutan.
"Tantangan kebencanaan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat," ujar Munafri. ***




