POJOKSULSEL, MAKASSAR – Kabar duka menyelimuti civitas academica UIN Alauddin Makassar. Dr Abdul Halik MSi, salah satu dosen senior dan pengampu mata kuliah komunikasi di Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), tutup usia pada Jumat (11/7/2025).
Informasi berpulangnya almarhum Abdul Halik beredar cepat di kalangan internal kampus UIN Alauddin. Kabar itu pertama kali muncul di grup WhatsApp sekitar pukul 10.28 WITA, lalu menyebar ke berbagai grup alumni dan jejaring dosen.
Mahasiswa UIN Alauddin serta kolega pun mulai memadati RSU Yapika Samata, Kabupaten Gowa, tempat almarhum menghembuskan napas terakhir.
Ungkapan duka dan belasungkawa langsung membanjiri media sosial. Rasa kehilangan menyelimuti para mahasiswa, dosen, dan alumni yang pernah merasakan langsung sentuhan keilmuannya di ruang kuliah.
Baca Juga: Pengangguran Lulusan PT di Maros Tembus 5.826 Orang, Pemkab Siapkan Perda Ketenagakerjaan
Sosok Abdul Halik dikenang sebagai pribadi tenang dan akademisi yang berdedikasi tinggi.
Abdul Halik telah mengabdi sebagai dosen tetap di UIN Alauddin sejak tahun 1999.
Selama 26 tahun, ia mengajar dan membimbing mahasiswa di bidang ilmu komunikasi.
Ia dikenal sebagai dosen yang kuat dalam fondasi teori komunikasi, filsafat komunikasi, hingga komunikasi politik dan massa.
Baca Juga: PSTI Maros Matangkan Persiapan Jelang Tuan Rumah Pra Porprov 2025
Pendidikan sarjana (1998) dan magister ilmu komunikasi (2005) ia selesaikan di Universitas Hasanuddin (Unhas).
Pada 2013, ia meraih gelar doktor dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung.
Di tengah kesibukannya mengajar, almarhum aktif menulis dan meneliti. Sejumlah karya ilmiah lahir dari tangannya, antara lain:
Dasar-Dasar Jurnalistik (2006), Komunikasi Diskursus dan Demokrasi Deliberatif (2011), Tradisi Semiotika dalam Teori dan Penelitian Komunikasi (2012).
Baca Juga: Unhas Kukuhkan Empat Guru Besar Teknik, Bahas Infrastruktur Tangguh hingga Eksplorasi Mineral
Tak hanya di ruang kelas, kiprah ilmiahnya juga terlihat lewat partisipasi aktif dalam berbagai seminar dan penelitian sosial, khususnya seputar media massa dan efek komunikasi.
Lahir di Samasundu, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, pada 17 Juli 1973, Abdul Halik merupakan anak kedua dari lima bersaudara.
Pendidikan dasar hingga menengah ia tempuh di kampung halamannya dan merupakan alumnus SMAN 1 Tinambung.
Kepergiannya menjadi kehilangan besar, tak hanya bagi UIN Alauddin, tetapi juga dunia akademik komunikasi di Indonesia Timur.
Baca Juga: Tasming Hamid Sambut Kapolres Baru, Harap Keamanan Parepare Makin Terjaga
Ilmu yang diajarkannya akan terus mengalir sebagai amal jariyah dari seorang pendidik sejati.
Selamat jalan, Dr Abdul Halik. Terima kasih atas pengabdian dan ilmunya.
***




