POJOKSULSEL, MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan (Gubernur Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, meninjau progres pembangunan Bendungan Jenelata di Kabupaten Gowa, Selasa (21/10/2025). Proyek strategis nasional (PSN) ini digadang menjadi salah satu infrastruktur penting untuk memperkuat ketahanan air sekaligus mendukung sektor pertanian dan pariwisata di Sulsel.

Dalam kunjungan lapangan tersebut, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaimanmengapresiasi peran Kejaksaan Tinggi Sulsel yang dinilai proaktif dalam memberikan pendampingan hukum dan membantu kelancaran pembebasan lahan proyek Bendungan Jenelata.

“Apresiasi untuk Kejati Sulsel yang sangat aktif mendukung pembebasan lahan dan pendampingan hukum. Sinergi ini sangat membantu agar pembangunan berjalan lancar dan sesuai aturan,” ujar Gubernur Sulsel di sela meninjau proyek Bendungan Jenelata dikutip rilis Humas Pemprov Sulsel.

Bendungan Jenelata berlokasi di Kecamatan Manuju Kabupaten Gowa. Bendungan ini diproyeksikan mampu meningkatkan indeks pertanaman (IP) hingga tiga kali dalam setahun untuk 23 ribu hektare sawah.

Baca Juga: Dari Amujib Hingga Junda Maulana, Kisah Perjalanan Plh Sekda Sulbar

Selain itu, bendungan juga berfungsi mengendalikan banjir di kawasan Mamminasata dan menjadi sumber air baku untuk sekitar 40 ribu sambungan rumah (SR).

“Progresnya sudah hampir 20 persen. Kami ingin akselerasi konstruksi berjalan lebih cepat lagi karena proyek ini sangat penting bagi petani dan masyarakat,” ucap Andi Sudirman.

Gubernur juga meminta agar dilakukan rapat rutin setiap dua bulan untuk memastikan pembangunan tetap sesuai jadwal.

Ia menegaskan, pemerintah daerah siap berkolaborasi dengan semua pihak agar proyek bernilai strategis ini bisa rampung pada 2028.

Baca Juga: Ini Pertimbangan Gubernur Suhardi Duka Tunjuk Junda Maulana Jabat Plh Sekda Sulbar

“Kami bersama Bupati Gowa akan rutin turun langsung memantau. Kalau bisa, ada rapat berkala di lokasi bersama semua pihak terkait,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel, Agus Salim, mengungkapkan bahwa progres Bendungan Jenelata menunjukkan kemajuan signifikan. Dari total nilai proyek Rp4,1 triliun, sekitar Rp1 triliun telah terserap di kawasan tersebut.

“Ini bukan hanya proyek infrastruktur, tapi juga investasi sosial yang akan menggerakkan ekonomi masyarakat. Kalau masyarakat sejahtera, angka kriminal bisa turun,” tutur Agus Salim.

Bendungan yang ditargetkan memiliki kapasitas tampung hingga 226 juta meter kubik itu akan mengairi lahan pertanian di empat kabupaten.

Baca Juga: Unhas Beri Penjelasan terkait Penggantian Bahlil Lahadalia sebagai Anggota MWA

Selain menopang sektor pertanian, proyek ini juga diharapkan membuka lapangan kerja baru dan potensi wisata air.

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menyampaikan komitmen penuh Pemkab Gowa dalam mendukung penyelesaian proyek tersebut.

Ia memastikan proses pembebasan lahan tahap keempat yang ditangani BBWS Pompengan Jeneberang akan rampung pada Februari 2026.

“Kami akan terus memantau dan memastikan seluruh kendala dapat terselesaikan agar bendungan ini bisa segera berfungsi,” katanya.

Baca Juga: Mengenal Junda Maulana, Kepala Bapperida yang Kini Jabat Plh Sekda Sulbar

Kunjungan Gubernur juga dihadiri Kepala BBWS Pompengan Jeneberang Heriantono Waluyadi, perwakilan BPN Kanwil Sulsel, PTPN, serta sejumlah kepala OPD dan camat di Kabupaten Gowa. ***