POJOKSULSEL, MAKASSAR - Pimpinan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Alauddin Makassar, terus berupaya menggenjot percepatan akselerasi guru besar.

Dekan FSH UIN Alauddin Makassar, Dr H Abd Rauf Muhammad Amin mengatakan, dosen-dosen terus didorong untuk mempersiapkan semua komponen-komponen yang dibutuhkan. Termasuk aktif menulis di berbagai jurnal sebagai upaya akselerasi guru besar.

Bahkan, kata Abd Rauf Muhammad Amin, FSH menerima tantangan Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis, untuk menghadirkan jurnal terindeks scopus pada tahun 2024.

"Sekarang salah satu bentuk afirmasi kita untuk mengakselerasi itu, tahun ini kita menerima tantangan rektor supaya di Fakultas Syariah ada jurnal yang terindeks Scopus. Nah itu yang kita dorong dan kita fokus sekarang," kata Abd Rauf Muhammad Amin saat dihubungi wartawan pojoksulsel, Rabu (24/1/2024) malam.

Baca Juga: Tiga Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas Kembali Dikukuhkan

Alumni Al Azhar itu menjelaskan, upaya untuk menembus jurnal terindeks scopus akan memudahkan akan memudahkan dosen-dosen senior yang akan mengajukan kepangkatan guru besar atau profesor.

Dirinya menyadari bahwa tantangan terberat yang dihadapi untuk program akselerasi guru besar adalah jurnal terindeks Scopus.

"Karena sebenarnya untuk konteks sekarang yang susah itu Scopusnya, jurnal terindeks Scopus. Itu tantangan paling berat sih sebenarnya, kalau yang lain-lain itu berat tapi tidak seberat scopus," katanya.

Baca Juga: Respons Etika Gibran saat Debat Cawapres, Zulkifli Hasan: Namanya Anak Muda Pasti Aktif

Selain itu, Abd Rauf Muhammad Amin, juga mendorong para dosen senior agar bisa fokus melakukan akselerasi pencapaian guru besar. Apalagi, saat ini sudah ada aplikasi Sister yang terintegrasi antara kinerja dosen dengan angka kredit.

"Intinya bahwa pimpinan fakultas yang pertama mendorong mempercepat akselerasi guru besar supaya teman-teman publikasi, jangan sampai tertinggal," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, kata dia, ada perkembangan baru dari aspek pengajuan guru besar. Dosen baru bisa mengusulkan guru besar jika sudah mencapai kepangkatan 4C.

Baca Juga: Unismuh Makassar Jadi PTMA Pertama di Indonesia Timur Raih Akreditasi Unggul

Berbeda dengan sebelumnya yang meskipun masih 4A bahkan 3D sudah bisa mengajukan guru besar, yang penting bisa menggenjot publikasi dan lain sebagainya untuk dikejar.

"Sekarang ini teman-teman yang sudah lektor kepala itu sedang menunggu percepatan kepangkatan.itu baik kepangkatan administrasi," katanya. ***