POJOKSULSEL, MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman menyerahkan bantuan beasiswa bagi penyandang disabilitas kepada 3.400 peserta didik Sekolah Luar Biasa di Sulsel.

Penyerahan bantuan beasiswa penyandang disabilitas senilai Rp5 miliar itu berlangsung di Aula Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Makassar, Senin (16/3/2026).

Program beasiswa disabilitas salah satu bentuk komitmen Pemprov Sulsel dalam memperkuat pendidikan inklusif di daerah.

Bantuan tersebut diberikan kepada ribuan siswa SLB agar mereka mendapatkan kesempatan yang setara dalam mengakses pendidikan.

Gubernur Andi Sudirman Sulaiman, menegaskan, program beasiswa disabilitas bukan sekadar bantuan finansial.

Baca Juga: Musrenbang RKPD 2027 Maros Fokus Pemerataan Pembangunan

Menurutnya, program ini adalah wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memastikan anak-anak berkebutuhan khusus tetap memiliki masa depan pendidikan yang layak.

Ia menjelaskan, bantuan beasiswa disabilitas senilai Rp5 miliar ini telah menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun oleh Pemprov Sulsel.

Langkah tersebut diambil sebagai upaya berkelanjutan untuk menciptakan sistem pendidikan yang inklusif dan merata.

"Pembangunan harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Termasuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas," katanya.

Karena itu, pemerintah terus berupaya memberikan dukungan nyata agar mereka memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan.

Baca Juga: Tasming Hamid Bersama Forkopimda Pastikan Kesiapan Pelabuhan Ajatappareng Hadapi Arus Mudik 2026

Menariknya, program ini juga diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Selatan.

Pemerintah daerah menilai bahwa akses pendidikan yang setara dapat membuka peluang bagi peserta didik SLB untuk bersaing dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Gubernur berharap bantuan beasiswa tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para penerima. Dengan dukungan tersebut, siswa SLB diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pendidikan mereka, mulai dari perlengkapan sekolah hingga biaya pendukung lainnya.

“Kami berharap bantuan ini dapat digunakan sebaik mungkin untuk menunjang kebutuhan pendidikan. Harapannya, ke depan mereka bisa berprestasi dan berkontribusi bagi kemajuan daerah,” katanya.

Selain itu, program beasiswa ini juga dinilai mampu membantu meringankan beban ekonomi para orang tua dan keluarga peserta didik. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan merencanakan penyaluran bantuan dilakukan dalam dua tahap pada Tahun Anggaran 2026, yakni per semester.

Langkah tersebut dilakukan agar bantuan dapat digunakan secara berkelanjutan dan tepat sasaran. Pemerintah juga berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program agar manfaatnya semakin luas dan efektif.

Jika ditarik ke konteks yang lebih luas, kebijakan ini menjadi bagian dari strategi pembangunan inklusif yang tengah didorong di berbagai daerah.

Pendidikan bagi penyandang disabilitas tidak lagi dipandang sebagai program tambahan, melainkan kebutuhan utama dalam menciptakan masyarakat yang setara.

***