POJOKSULSEL, MAKASSAR - Badan Pengawasa Pemilu atau Bawaslu Sulsel menggelar dialog publik tematik bersama jurnalis. Kegiatan berlangsung di Hotel D'Maleo Kota Makassar, Senin (25/9/2023).
Dialog publik tematik Bawaslu Sulsel mengusung tema Urgensi Sinergi Peran Media dan Bawaslu dalam Penyelenggaraan Pemilu 2024
Bawaslu Sulsel mengundang tiga pemateri dalam dialog publik tematik, masing-masing mantan Ketua Bawaslu Sulsel Laode Arumahi, Komisioner Bawaslu Sulsel Alamsyah, dan Pimred Harian Fajar Amrullah Basri.
Baca Juga: Bupati Kepulauan Selayar Basli Ali Lepas 115 Ton Bantuan Pangan Beras
Ketua Bawaslu Sulsel Mardiana Rusli mengatakan, media adalah satu kekuatan penting untuk menopang apa saja yang menjadi tugas dan fungsi Bawaslu adalah peran stararegis media
"Media tidak hanya melakukan pendistribusian informasi tetapi memberikan kontrol terhadap kerja-kerja Bawaslu," kata Mardiana Rusli.
Menurut Mardiana Rusli, Bawaslu Sulsel membutuhkan peran strategis media dalam menyambungkan informasi.
Baca Juga: Andi Dwiyanti Musrifah Gagas Program SIP OK DEH Bantu Perajin
"Menyambungkan informasi dan menerjemahkan apa yang menjadi keputusan bawaslu sehingga bisa dipahami oleh publik," kata Mardiana Rusli.
Mardiana Rusli menyadari bahwa media internal di Bawaslu Sulsel, belum cukup menyebarkan informasi-informasi, terkait kebijakan-kebijakan yang ada dalam internal.
Sementara itu, Laode Arumahi menganggap penting bagi jurnalis untuk memperbanyak konten-konten analisis terkait tahapan-tahapan Pemilu.
Baca Juga: Akui Calon Lawan Tim Kuat, Bernardo Tavares Sebut Borneo FC Kandidat Kuat Juara Liga 1 2023
Ia menjelaskan, banyak data tentang kepemiluan yang bisa dianalisis lebih detail ke depan.
Tidak hanya itu, Laode Arumahi menekankan untuk memberikan ruang liputan yang besar terkait kepemiluan.
"Kita memang harus membuka ruang tentang liputan pemilu," katanya.
Baca Juga: Siapa Sosok dan Profil TR Fahsul Falah? Pj Bupati Sinjai, Pria Asal Aceh, Gantikan Andi Seto Asapa
Selain itu, pengelola media diharapakan bisa memberikan ruang yang proporsional terhadap peserta pemilu.
Pada kesempatan yang sama, Laode Arumahi memandang perlu bagi pengelola media, memberikan ruang analisis bagi akademisi untuk memperkaya khasanah terkait Pemilu.
Sementara itu, komisioner Bawaslu Sulsel, Alamsyah memastikan Bawaslu Sulsel siap bersinergi dengan media terkait penyelenggaraan Pemilu 2024.
Baca Juga: Gagasan Anies Baswedan 'Diuji' di Depan 6 Panelis Pakar Unhas
Namun demikian, Alamsyah mengaku bahwa Bawalu lebih banyak melakukan pengkajian-pengkajian. Sehingga, lebih hati-hati dalam menyampaikan informasi.
"Di Bawaslu lebih banyak mengkaji. Sehingga kami hati-hati, terutama terkait dengan keputusan hukum yang menyangkut pidana," kata Alamsyah.
"Humas dan data informasi data yang dibutuhkan teman-teman saya terbatas di pintunya saja. Karena kami harus komunikasi dengan divisi penyelenggara," tambahnya. ***




