POJOKSULSEL, MAKASSAR - Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Selatan (Bawaslu Sulsel) menerima kunjungan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Pengurus Wilayah Sulawesi Selatan.

Pertemuan Bawaslu Sulsel dan IPNU Sulawesi Selatan menjadi ruang diskusi terbuka terkait evaluasi penyelenggaraan pemilu sebelumnya sekaligus membahas tantangan pemilu yang akan datang.

Rombongan IPNU Sulawesi Selatan dipimpin oleh Ketua Aslam, bersama Sekretaris, dan diterima langsung oleh Ketua Bawaslu Sulsel, Mardiana Rusli, didampingi anggota Bawaslu serta Kepala Sekretariat Bawaslu Sulsel, Awaluddin Mustafa.

Dalam pertemuan tersebut, Bawaslu Sulsel dan IPNU menyoroti dinamika kepemiluan yang telah berlangsung, termasuk peran strategis pemilih muda dalam menjaga kualitas demokrasi.

Baca Juga: DPR Setujui Tambahan Anggaran Kemenag, Tunjangan Guru Diminta Jadi Fokus Utama

Diskusi juga diarahkan pada upaya bersama dalam menyiapkan pemilu mendatang agar berjalan lebih jujur, adil, dan berintegritas.

Ketua Bawaslu Sulsel, Mardiana Rusli, menegaskan pentingnya keterlibatan organisasi kepemudaan dalam proses demokrasi.

“Generasi muda memiliki posisi strategis dalam menjaga kualitas pemilu. Bawaslu terbuka terhadap masukan dan kolaborasi dengan IPNU untuk memperkuat pengawasan partisipatif,” ujar Mardiana Rusli dikutip rilis Humas Bawaslu Sulsel.

Baca Juga: Bhabinkamtibmas dan Resmob Polsek Rappocini Tangkap 3 Pemuda Bersenjata Tajam di Makassar

Sebagai tindak lanjut, Bawaslu Sulsel dan IPNU Sulsel membuka peluang kerja sama ke depan, khususnya dalam kegiatan pendidikan politik, sosialisasi kepemiluan, serta penguatan pengawasan partisipatif berbasis pemuda dan pelajar.

Sinergi ini diharapkan dapat mendorong lahirnya pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas dalam menghadapi pemilu mendatang.