POJOKSULSEL, MAKASSAR - Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin respek dengan mesin rice to rice milik Perum Bulog. Ia mendorong Pemprov Sulsel melakukan duplikasi mesin tersebut untuk ditempatkan di beberapa daerah.

Bahtiar Baharuddin mendorong Pemprov Sulsel untuk menganggarkan pengadaan mesin rice to rice dengan mendukung Perum Bulog

"Kita dorong mungkin dari APBD kita dukung Bulog. Harga beras kita bisa lebih bagus," kata Bahtiar Baharuddin.

Baca Juga: Ini Rangkaian Hari Santri 2023 di Sulsel, Upacara 22 Oktober Hingga Expo Pesantren

Menurutnya, pengolahan mesin beras ke beras akan memberikan dampak positif terhadap nilai jual beras. Sebab, mesin tersebut bisa meningkatkan kualiatan beras menjadi premium.

"Yang tadinya patahannya banyak, jadi patahan lebih kecil, bisa sampai 5 persen. Jadi premium. Keluar jadi bagus sekali tadi itu," kata Bahtiar Baharuddin.

Ia mengatakan, mesin beras ke beras harus diduplikasi. Karena ketika mesin ini bertambah pasti Bulog butuh stok bahan baku banyak.

Baca Juga: Mahasiswa dan Praktisi Hukum di Makassar Dorong Mahfud MD Jadi Cawapres

"Maka ide saya, pak dr Ichsan, coba pikir bisa nggak tahun depan kita alokasikan anggaran? Uangnya kita kasi ke Bulog dari provinsi, Bulog bangun ini," katanya.

Ia mengatakan, sentra penghasil beras terluas di Sulsel adalah Kabuoaten Bone. Luas lawan persawahan di Kabupaten Bone di atas 100 ribu hektare.Disusul Kabupaten Wajo dan Soppeng.

Bahtiar Baharuddin sentra penghasil beras di Sulsel mestinya didukung oleh mesin beras ke berar itu.Sehingga, mereka memiliki daya saing yang bagus.

Baca Juga: Ingin Jadi Anggota Badan Wakaf Indonesia? Dibuka Sampai 20 Oktober, Ini Syarat dan Link Pendaftarannya

"Bagi saya apapun, apa itu untuk meningkatkan pendapatan per kapita atau daya beli masyarakat itu harus kita dukung," katanya.

Bahtiar mengatakan, mesin pengolahan beras ke beras itu baru ada di Kabupaten Sidrap. Sehingga, Sidrap punya nama sebagai lumbung padi.

"Bone Wajo yang punya beras sama Soppeng. Sidrap yang punya nama. Pabriknya ada di Sidrap. Entrepreneur hebat tentang beras ada di Sidrap," katanya.

Baca Juga: Kejari Wajo Tetapkan Kades Sakkoli Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Jaringan Irigasi

"Pabrik-pabrik hebat itu ada di Sidrap. Coba kalau di bikin di Bone juga, ada kompetisi pedagang," tambah Bahtiar Baharuddin. ***