POJOKSULSEL, MAKASSAR - Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim menyampaikan hasil pertemuan kepala daerah se-Luwu Raya beserta mahasiswa dengan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, di Baruga Asta Cita, Rujab Gubernur Sulsel, Jalan Sungai Tangka, Kota Makassar, Kamis (29/1/2026).
Andi Abdullah Rahim mengatakan, hal pertama yang dibahas adalah usulan DOB Luwu Tengah sejak tahun 2012.
"Intinya sudah untuk Luwu Tengah itu sudah ada kita diperlihatkan tadi administrasi catatan 2012, surat untuk DOB Luwu Tengah itu sudah berada di Kementerian Dalam Negeri," kata Andi Abdullah Rahim kepada wartawan usai pertemuan.
Sementara itu, lanjut Andi Abdullah Rahim juga menjelaskan tentang rencana pemekaran Provinsi Luwu Raya.
"Kemudian untuk Luwu Raya sendiri sementara prosesnya sementara progres ya," katanya.
Baca Juga: DPR Setujui Tambahan Anggaran Kemenag, Tunjangan Guru Diminta Jadi Fokus Utama
Ia menilai bahwa Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, tetap mengedepankan sikap normatif dalam merespons rencana pemekaran Provinsi Luwu Raya.
Andi Abdullah Rahim mengatakan, Gubernur Sulsel tidak memiliki tendensi terhadap rencana pemekaran Provinsi Luwu Raya.
"Dalam artian bahwa tidak ada tendensi untuk menahan. Pokoknya normatif aja dengan provinsi Luwu Raya ini," ungkapnya.
Diketahui, kepala daerah se-Luwu Raya hadir memenuhi undangan silaturahmi Gubernur Sulsel di Baruga Asta Cita, Rujab Gubernur Sulsel pada Kamis malam.
Mereka adalah Bupati Luwu Patahuddin, Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim, Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam.
Baca Juga: Perkuat Sinergi Akademik, Bawaslu Sulsel Terima Kunjungan Dosen Unismuh Makassar
Wali Kota Palopo Naili Trisal dan Wawali Kota Palopo Akhmad Syarifuddin Daud hadir dalam acara silaturahmi tersebut.
Perwakilan mahasiswa dari IPMIL Raya berjumlah 20 orang juga menghadiri silaturahmi tersebut.
Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi dan Sekda Sulsel beserta sejumlah Kepala OPD turut hadir.
Dari unsur Forkopimda ada Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen Bangun Nawoko, dan Kajati Sulsel Didik Farkhan Alisyahdi.
***




